PrakarsaWarga.com– Minum teh pada pagi hari sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Secangkir teh kerap diminum saat sarapan atau ketika bersantai sebelum memulai aktivitas. Namun, muncul pertanyaan apakah kebiasaan tersebut berdampak baik atau justru berisiko bagi kesehatan ginjal.
Secara umum, teh dapat menjadi bagian dari asupan cairan harian. Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar ginjal dapat menjalankan tugasnya, terutama menyaring zat sisa dari darah dan membuangnya melalui urine.
Kandungan kafein dalam teh memang memiliki efek diuretik ringan yang dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Meski demikian, jumlah cairan yang terdapat dalam secangkir teh umumnya tetap berkontribusi terhadap kebutuhan cairan tubuh.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Frontiers in Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam jumlah yang umum tidak secara signifikan mengganggu keseimbangan cairan pada orang dewasa sehat. Kandungan kafein dalam teh juga umumnya lebih rendah dibandingkan kopi seduh.
Teh dan Risiko Batu Ginjal
Asupan cairan yang cukup merupakan salah satu faktor penting dalam membantu mencegah batu ginjal. Dengan konsumsi cairan yang memadai, urine menjadi lebih encer sehingga mineral tertentu lebih sulit berkumpul dan membentuk kristal.
Namun, jenis teh juga perlu diperhatikan. Teh hitam mengandung oksalat, senyawa yang secara alami terdapat dalam sejumlah makanan dan minuman. Pada orang tertentu, kadar oksalat yang tinggi dapat berikatan dengan kalsium dalam urine dan berkontribusi terhadap pembentukan batu kalsium oksalat.
Meski begitu, hubungan antara konsumsi teh dan batu ginjal tidak sepenuhnya sederhana. Sejumlah penelitian justru menemukan bahwa konsumsi teh secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko batu ginjal. Salah satu tinjauan penelitian pada 2024 yang melibatkan lebih dari satu juta peserta melaporkan adanya penurunan risiko sekitar 20 persen pada orang yang rutin mengonsumsi teh.
Perhatikan Gula dalam Teh
Bukan hanya jenis teh yang perlu diperhatikan, tetapi juga bahan tambahan yang digunakan. Teh dengan gula dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan berat badan serta risiko diabetes dan tekanan darah tinggi.
Karena itu, teh tanpa gula atau dengan sedikit gula dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk dikonsumsi secara rutin. Tetap imbangi dengan minum air putih yang cukup sepanjang hari.
Jadi, Bolehkah Minum Teh Setiap Pagi?
Bagi orang dengan fungsi ginjal normal, konsumsi teh dalam jumlah sedang pada umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Satu hingga dua cangkir teh sehari umumnya memberikan risiko yang rendah bagi kebanyakan orang.
Meski demikian, orang yang memiliki riwayat batu ginjal berulang atau kondisi kesehatan tertentu sebaiknya memperhatikan jenis dan jumlah teh yang dikonsumsi. Konsumsi teh hitam yang sangat pekat secara berlebihan sebaiknya dihindari dan kebutuhan cairan tetap dipenuhi terutama dari air putih.
Kesimpulannya, minum teh setiap pagi tidak otomatis buruk bagi ginjal. Dengan jumlah yang wajar, tidak terlalu banyak gula, serta diimbangi asupan air yang cukup, teh dapat menjadi bagian dari pola konsumsi cairan sehari-hari.







