Tak Hanya Santri Manbaul Hikam, Siswa di Sejumlah Sekolah Sidoarjo Diduga Alami Keluhan Usai Santap MBG

PrakarsaWarga.com-Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo kembali menjadi perhatian. Selain ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, sejumlah siswa dari sekolah lain yang mendapat makanan dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin, juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan sekolah-sekolah tersebut menerima menu MBG yang sama dengan yang dikonsumsi para santri Manbaul Hikam.

Menu yang dibagikan pada Selasa (1/9) terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel.

Ribuan Porsi MBG Didistribusikan

Menurut Emil, SPPG Kalitengah pada hari tersebut menyalurkan sekitar 2.800 porsi MBG kepada penerima manfaat di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.

Sejumlah sekolah yang menerima makanan tersebut di antaranya sekolah swasta tingkat SMA, SMP, SD, serta TK.

Pemprov Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kini akan melakukan pengecekan terhadap sekolah-sekolah yang mendapat distribusi MBG dari SPPG Kalitengah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi para siswa sekaligus memastikan apakah terdapat penerima MBG lain yang mengalami keluhan kesehatan.

Pemerintah juga akan melakukan penanganan langsung apabila ditemukan siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit.

Emil menegaskan pemerintah akan melakukan langkah cepat dengan mendatangi pihak yang membutuhkan penanganan medis.

Ratusan Santri Manbaul Hikam Jalani Perawatan

Sebelumnya, dugaan keracunan MBG terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Peristiwa tersebut terjadi setelah sekitar 1.000 santri dan santriwati mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9).

Dari jumlah tersebut, sekitar 500 orang dilaporkan mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo.

Beberapa rumah sakit yang menangani pasien antara lain RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, serta RS Arafah Anwar Medika.

Berdasarkan data sementara, dari sekitar 500 pasien yang tercatat, 65 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, 320 pasien telah diperbolehkan pulang, sementara 115 pasien masih dalam tahap observasi.

Pemerintah masih melakukan pemantauan dan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan setelah konsumsi menu MBG tersebut.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena makanan yang didistribusikan SPPG Kalitengah tidak hanya dikonsumsi oleh santri Manbaul Hikam, tetapi juga penerima manfaat di sejumlah sekolah lainnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

15 Tahun Pimpin Apple, Tim Cook Dikenal Jago Bermanuver di Tengah Konflik AS-China

15 Tahun Pimpin Apple, Tim Cook Dikenal Jago Bermanuver di Tengah Konflik AS-China

Mitsubishi Pajero Terbaru Resmi Terungkap, SUV Off-Road Legendaris Kini Makin Modern

Mitsubishi Pajero Terbaru Resmi Terungkap, SUV Off-Road Legendaris Kini Makin Modern

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Capai Manila, Kualitas Udara Memburuk

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Capai Manila, Kualitas Udara Memburuk

TPA Troketon Klaten Dilalap Api Lagi, Pemadaman Terkendala Tumpukan Sampah

TPA Troketon Klaten Dilalap Api Lagi, Pemadaman Terkendala Tumpukan Sampah

Demo Mahasiswa di Simpang Sudirman Jogja Berakhir Ricuh, Polisi Turun Tangan

Demo Mahasiswa di Simpang Sudirman Jogja Berakhir Ricuh, Polisi Turun Tangan

Chelsea Kena Tikung Monaco, Transfer Lamine Camara Mendadak Batal

Chelsea Kena Tikung Monaco, Transfer Lamine Camara Mendadak Batal