PrakarsaWarga.com– Penyakit jantung selama ini sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang identik dengan usia lanjut. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko penyakit kardiovaskular ternyata sudah dapat ditemukan sejak usia muda.
Studi Future of Families, Cardiovascular Health Among Young Adults (FF-CHAYA) menemukan bahwa sekitar 8 dari 10 orang dewasa muda berusia 20-an memiliki sedikitnya satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular.
Penelitian tersebut melibatkan hampir 1.300 peserta dengan rata-rata usia sekitar 23 tahun. Para peneliti menggunakan kriteria kesehatan terbaru dari American Heart Association (AHA) yang diperbarui pada 2023.
Dalam pembaruan tersebut, penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) turut diperhitungkan sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.
Kesehatan Jantung Berkaitan dengan Ginjal dan Metabolisme
Penelitian ini juga menggunakan konsep cardiovascular-kidney-metabolic (CKM) syndrome. Konsep tersebut melihat kesehatan jantung, ginjal, dan metabolisme sebagai sistem yang saling berkaitan.
Gangguan pada salah satu bagian dapat berhubungan dengan masalah pada bagian lainnya. Karena itu, faktor seperti kelebihan lemak tubuh, tekanan darah tinggi, gangguan gula darah, hingga masalah ginjal perlu mendapat perhatian sejak usia muda.
Untuk mengetahui kondisi peserta, peneliti menggunakan beberapa indikator, termasuk skor CKM, Life’s Essential 8, serta pemeriksaan ultrasonografi (USG) pada arteri karotis di leher.
Mayoritas Peserta Sudah Memiliki Faktor Risiko
Hasil penelitian menunjukkan hanya sekitar 21 persen peserta yang berada pada tahap 0, atau belum memiliki faktor risiko CKM yang teridentifikasi.
Sementara itu, sekitar 40 persen berada pada tahap 1. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan kelebihan lemak tubuh atau adiposity.
Sebanyak 36 persen peserta masuk tahap 2 karena memiliki faktor risiko metabolik, misalnya tekanan darah atau kadar gula darah yang tinggi.
Adapun sekitar 3 persen berada pada tahap 3. Kelompok ini sudah menunjukkan kondisi yang lebih serius, seperti penyakit ginjal tingkat lanjut atau tanda awal gangguan kardiovaskular.
Kondisi Kesehatan Mulai Terlihat dari Pembuluh Darah
Para peneliti juga menemukan hubungan antara tingginya tahap CKM dengan rendahnya skor Life’s Essential 8, yang digunakan untuk menggambarkan berbagai aspek kesehatan jantung.
Pemeriksaan USG arteri karotis turut menemukan adanya penebalan pada dinding pembuluh darah pada peserta dengan risiko CKM lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda awal terjadinya aterosklerosis.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan jantung sebaiknya tidak menunggu hingga usia tua. Pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, tidur yang baik, serta pemantauan tekanan darah dan gula darah merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan sejak usia muda.
Dengan kata lain, usia 20-an bukan berarti seseorang otomatis terbebas dari risiko penyakit jantung. Kebiasaan dan kondisi kesehatan yang terbentuk sejak muda dapat menjadi bagian penting dalam menentukan kesehatan kardiovaskular di kemudian hari.









