Udara Palembang Memburuk, ASN Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

 

PrakarsaWarga.Com – Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada ASN yang tidak terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Sementara petugas di lapangan, seperti Damkar dan BPBD, tetap menjalankan tugas penanganan bencana.

Ratu Dewa mengatakan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang perlu mendapat perhatian serius. Pada Rabu (30/9/2026), ISPU Palembang tercatat mencapai 433 dan masuk kategori sangat berbahaya.

“Untuk ASN yang memang tidak berada di garda depan penanganan karhutla, seperti Damkar dan BPBD, saya minta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Kondisi ISPU kita saat ini sangat buruk dan tentunya ini berkaitan dengan kesehatan,” kata Dewa kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).

ASN Tetap Bekerja, Aktivitas Luar Dikurangi

Dewa menegaskan pelayanan pemerintahan tetap berjalan. Namun, kegiatan yang mengharuskan ASN berada di luar kantor dan tidak bersifat mendesak diminta untuk dikurangi selama kualitas udara belum membaik.

ASN yang harus beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker dan tidak berlama-lama berada di tengah paparan asap.

“Kalau memang harus keluar, saya minta gunakan masker. Jangan anggap remeh kondisi udara seperti ini. Kesehatan harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Menurut Dewa, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) perlu memperhatikan kondisi kesehatan pegawai dan menyesuaikan kegiatan luar ruangan dengan perkembangan kualitas udara.

Sekolah Diminta Pertimbangkan PJJ

Pemkot Palembang sebelumnya juga meminta aktivitas masyarakat disesuaikan dengan kondisi kualitas udara.

Saat ISPU mencapai 433 pada 30 September 2026, Dewa meminta sekolah dan pihak terkait kembali mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kita tidak bisa hanya melihat aktivitas berjalan seperti biasa, tetapi kondisi udara sangat buruk. Kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama,” ungkapnya.

Dewa menekankan bahwa kondisi udara tidak hanya dinilai dari tebal atau tipisnya kabut asap secara kasatmata. Pemantauan ISPU dan kondisi kesehatan masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif