Nasib Proyek Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Usai Disetop Dedi Mulyadi

 

 

PrakarsaWarga.Com – Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx Data Centers di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, dihentikan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Proyek yang disebut bernilai sekitar Rp3,5 triliun itu dihentikan karena dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) belum rampung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan proyek tidak harus berhenti permanen dan masih dapat dilanjutkan jika seluruh persyaratan terpenuhi.

Dedi mengatakan, persoalan perizinan tersebut sebenarnya sudah ditanyakannya sejak pertama kali mengecek proyek pada 28 Juli 2026. Saat itu, ia meminta pihak terkait mempercepat proses perizinan.

“Ketika saya tanya kemarin, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum keluar. Amdalnya sudah keluar belum? Belum. Ya saya bilang jangan dulu dilaksanakan,” kata Dedi di Bandung, Jumat (2/10/2026).

Proyek Berkapasitas 640 MW

Proyek BDx di Jatiluhur dikenal sebagai CGK4 atau AI Campus 2. Kawasan ini direncanakan memiliki kapasitas hingga 640 megawatt (MW) dan terdiri dari enam gedung.

Tahap awal pembangunan mencakup fasilitas dengan kapasitas 120 MW. BDx menyebut fase pertama fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Pembangunan proyek ini sebelumnya juga telah memasuki tahap groundbreaking. Namun, Pemprov Jawa Barat kemudian meminta pembangunan dihentikan sampai dokumen AMDAL dan PBG terpenuhi.

Jika AMDAL Lulus, Proyek Bisa Dilanjutkan

Dedi menegaskan penghentian tersebut bukan berarti proyek ditolak secara permanen. Menurutnya, kelanjutan pembangunan harus mengikuti hasil kajian lingkungan dan pemenuhan seluruh persyaratan.

“Kalau secara objektif AMDAL-nya lulus, ya saya enggak ada masalah dilaksanakan. Kalau kata AMDAL-nya tidak boleh, ya saya tidak ada masalah juga dihentikan,” ujar Dedi.

Pemprov Jawa Barat juga meminta akademisi dari Universitas Indonesia memberikan pertimbangan untuk membantu memastikan proses penilaian berjalan objektif.

Kebutuhan Air Jadi Sorotan

Selain persoalan perizinan, kebutuhan air pusat data tersebut turut menjadi perhatian. Dedi sebelumnya menyebut kebutuhan air proyek dapat mencapai sekitar 384 liter per detik, atau sekitar 33 juta liter per hari.

Dedi mengatakan pihak PDAM Purwakarta menyampaikan kebutuhan air tersebut akan dipenuhi melalui jaringan PDAM, bukan mengambil air secara langsung dari Waduk Jatiluhur.

Ia juga meminta agar keberadaan pusat data tidak mengganggu kebutuhan air masyarakat, khususnya untuk pertanian. Pemerintah Jawa Barat sebelumnya meminta kajian terkait penggunaan air dan dampak lingkungan proyek dibuka secara jelas kepada masyarakat.

Dengan demikian, nasib proyek data center AI tersebut saat ini masih bergantung pada penyelesaian PBG, AMDAL, serta hasil kajian mengenai dampak lingkungan dan kebutuhan air. Jika seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi, pembangunan masih terbuka untuk dilanjutkan.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Putus Kerja Sama dengan Nellava, Ini Alasannya

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Kirana Larasati Siap Beri Keterangan soal Dugaan Penipuan Investasi Emas Rp 25 Miliar

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

Peta Dunia di Buku Sekolah Bisa Menyesatkan? Ini Perbedaan Mercator dan Equal Earth

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

UI Perketat Publikasi Ilmiah, Dosen yang Terbitkan Artikel di Jurnal Predator Bisa Kena Sanksi

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

DPR Tutup Masa Sidang, Puan Maharani Soroti Nasib Pekerja Kontrak hingga Pengawasan Lapas

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif

BRAN Percepat Pembenahan Organisasi, Dedi Prasetyo Pastikan Reforma Agraria Lebih Efektif