PrakarsaWarga.Com – Putra sulung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, dilaporkan telah dievakuasi dari Amerika Serikat setelah adanya dugaan ancaman serius terhadap keselamatannya. Intelijen Israel menyebut ancaman tersebut berkaitan dengan dugaan rencana serangan yang melibatkan pihak dari Iran.
Yair Netanyahu bersama tim pengawalnya diterbangkan kembali ke Israel setelah badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mendeteksi potensi ancaman terhadap dirinya. Keputusan evakuasi dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan keselamatan putra pemimpin Israel tersebut.
Mengutip laporan media internasional, Shin Bet menemukan adanya informasi terkait ancaman terhadap Yair saat dirinya berada di Amerika Serikat. Pihak Israel kemudian berkoordinasi dengan otoritas keamanan AS setelah mengetahui dugaan rencana tersebut.
Sebelumnya, laporan dari media AS menyebut Yair Netanyahu diduga menjadi target ancaman sejak beberapa waktu lalu ketika ia tinggal di Florida. Informasi tersebut muncul setelah Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa Iran disebut mengincar salah satu anggota keluarganya.
Dalam proses evakuasi, Yair dikabarkan meninggalkan lokasi dengan segera bersama pengawalnya tanpa membawa banyak barang pribadi. Ia kemudian langsung kembali ke Israel untuk mendapatkan pengamanan lebih lanjut.
Yair Netanyahu diketahui telah menetap di Florida selama beberapa tahun terakhir. Keberadaannya di luar negeri sempat menjadi sorotan publik Israel, terutama terkait fasilitas keamanan yang tetap diberikan negara kepadanya.
Keputusan Yair tetap tinggal di Amerika Serikat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 juga menuai kritik dari sebagian warga Israel. Kritik muncul karena pada saat yang sama banyak tentara cadangan Israel dipanggil untuk menjalankan tugas militer.
Selain dikenal sebagai anak Perdana Menteri Israel, Yair Netanyahu juga aktif di media sosial. Ia sering menyampaikan pandangan politiknya, termasuk mengomentari isu pemerintahan Israel, kritik terhadap ayahnya, serta berbagai perdebatan politik di negaranya.
Kasus evakuasi ini kembali menjadi perhatian internasional karena melibatkan keluarga pemimpin Israel dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran.








