PrakarsaWarga.Com – Polemik mengenai pembagian aset pasca perpisahan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perhatian tertuju pada rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, yang selama ini ditempati Sarwendah bersama ketiga anak mereka.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, terungkap bahwa rumah tersebut pada awalnya telah dibeli Ruben Onsu dalam kondisi lunas. Namun, keinginan untuk melakukan renovasi besar-besaran membuat presenter berusia 42 tahun itu memutuskan menjaminkan kembali sertifikat rumah demi memperoleh pinjaman dari bank.
Menurut Minola, keputusan tersebut diambil Ruben semata-mata untuk memenuhi keinginan Sarwendah agar rumah tersebut direnovasi sesuai konsep yang diinginkan. Dari proses tersebut, Ruben memperoleh fasilitas pinjaman sebesar Rp10,1 miliar yang digunakan untuk membiayai renovasi.
“Karena adanya keinginan Sarwendah agar rumah tersebut direnovasi, Ruben akhirnya menjaminkan sertifikat rumah yang sudah lunas untuk mendapatkan dana renovasi sebesar Rp10,1 miliar,” ungkap Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Biaya renovasi rumah itu ternyata jauh lebih besar dari nilai pinjaman yang diperoleh. Minola mengungkapkan bahwa proyek renovasi dikerjakan oleh ayah kandung Sarwendah yang bertindak sebagai kontraktor. Meski demikian, seluruh biaya proyek tetap ditanggung oleh Ruben Onsu.
Selama proses pembangunan berlangsung, Ruben disebut melakukan transfer dana secara bertahap kepada pihak kontraktor. Nilainya mencapai Rp250 juta untuk setiap transaksi dan dilakukan sebanyak 46 kali. Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan hanya untuk biaya kontraktor mencapai sekitar Rp11,1 miliar.
Saat ini, beban finansial dari pinjaman tersebut masih harus ditanggung Ruben. Ia diketahui memiliki kewajiban membayar cicilan kredit sebesar Rp379 juta setiap bulan. Namun, menurut kuasa hukumnya, pembayaran kredit tersebut kini mengalami kendala.
Meski demikian, Minola menegaskan hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari pihak bank mengenai rencana pelelangan rumah tersebut.
Selain cicilan rumah, Ruben juga masih menanggung berbagai kebutuhan lain, mulai dari nafkah anak, tagihan kartu kredit, hingga berbagai pengeluaran keluarga yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.
Karena besarnya beban keuangan tersebut, pihak Ruben memilih menunda beberapa kewajiban finansial. Langkah itu dilakukan sambil menunggu adanya kesepakatan terkait hak bertemu anak serta kejelasan mengenai rincian pengeluaran yang selama ini menjadi tanggung jawabnya.
Persoalan aset dan tanggungan keuangan antara Ruben Onsu dan Sarwendah pun masih menjadi perhatian publik, mengingat proses penyelesaiannya hingga kini belum sepenuhnya rampung.







