PrakarsaWarga.Com – Liburan keluarga Meisya Siregar dan Bebi Romeo di Bali yang seharusnya penuh kebahagiaan mendadak berubah menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Putra bungsu mereka, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, nyaris menjadi korban ganasnya ombak saat bermain di tepi pantai.
Meisya Siregar menceritakan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan sang suami sebagai orang tua. Ia mengakui sempat lengah karena merasa lokasi liburan yang mereka kunjungi sudah sangat akrab dan sering didatangi bersama keluarga.
Menurut Meisya, rasa nyaman itu tanpa disadari membuat kewaspadaan mereka berkurang. Padahal, kondisi alam, terutama laut, tidak pernah bisa diprediksi.
“Tempat itu sudah sering kami kunjungi sehingga terasa seperti rumah sendiri. Justru karena merasa sudah mengenal lingkungannya, kami menjadi kurang waspada. Padahal alam tidak bisa ditebak dan tidak bisa dilawan,” ungkap Meisya saat menjadi bintang tamu dalam program Pagi-pagi Ambyar di Trans TV, Senin (20/7/2026).
Sebelum insiden terjadi, Bambang lebih dulu meminta izin kepada sang ibu untuk bermain di pantai. Meisya mengaku telah mengingatkan putranya agar hanya bermain di tepi pantai karena ombak saat itu sedang pasang.
Anaknya pun sempat menyetujui pesan tersebut. Apalagi selama empat hari berada di Bali, Bambang memang rutin bermain di kawasan pantai yang sama sehingga keluarga merasa situasi cukup aman.
Namun, kejadian berlangsung sangat cepat. Saat Meisya dan Bebi Romeo sedang berbincang bersama beberapa teman di area beach bar hotel, Bambang tanpa disadari terseret ombak.
Meisya menjelaskan bahwa posisi beach bar berada cukup jauh dari bibir pantai. Dari tempat mereka duduk menuju lokasi bermain anak diperlukan jarak yang cukup panjang, sehingga pengawasan tidak bisa dilakukan secara maksimal.
Meski mengalami peristiwa yang menegangkan, Meisya dan Bebi memilih untuk tidak menyalahkan siapa pun. Keduanya justru menganggap kejadian tersebut sebagai bentuk evaluasi dan pengingat agar lebih berhati-hati dalam mengawasi anak, terutama saat berada di area pantai.
Meisya mengaku malam setelah insiden itu menjadi momen yang sangat emosional bagi keluarganya. Sang suami, Bebi Romeo, bahkan memilih menemani Bambang tidur semalaman karena masih diliputi rasa cemas.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan anak harus tetap menjadi prioritas, sekalipun berada di tempat yang sudah sangat dikenal. Kewaspadaan orang tua tetap diperlukan karena kondisi alam dapat berubah sewaktu-waktu tanpa tanda-tanda.









