PrakarsaWarga.Com – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam setelah menelan kekalahan telak 0-3 pada laga Grup A Piala AFF 2026 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Senin (3/8). Meski tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, skuad Garuda gagal mengubah keunggulan statistik menjadi hasil positif.
Sejak awal pertandingan, Vietnam langsung memberikan tekanan. Tim tamu sukses mencetak dua gol cepat dalam 15 menit pertama melalui Nguyen Van Vi dan Nguyen Hai Long. Memasuki babak kedua, Rafaelson menambah keunggulan Vietnam sekaligus memastikan kemenangan 3-0.
Berdasarkan statistik pertandingan, Indonesia menguasai bola hingga 58 persen, sedangkan Vietnam mencatatkan 42 persen. Tim asuhan John Herdman juga lebih unggul dalam jumlah umpan akurat dengan 488 operan, sementara Vietnam hanya membukukan 332 operan sukses.
Namun, efektivitas menjadi pembeda utama di laga ini. Vietnam tampil sangat efisien saat memanfaatkan peluang yang didapat. Dari sembilan tembakan yang dilepaskan, enam mengarah ke gawang dan tiga di antaranya berhasil menjadi gol.
Di sisi lain, Indonesia justru kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Meski lebih sering menguasai permainan, Garuda hanya mampu melepaskan tujuh tembakan dengan tiga yang tepat sasaran. Seluruh peluang tersebut masih mampu diamankan oleh kiper Vietnam, Patrick Le Giang.
Selain kurang tajam di lini depan, pertahanan Indonesia juga beberapa kali kehilangan konsentrasi sehingga Vietnam leluasa memanfaatkan serangan balik cepat. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama kekalahan telak yang harus diterima tuan rumah.
Hasil ini membuat Indonesia wajib bangkit pada pertandingan terakhir menghadapi Singapura. Kemenangan menjadi target mutlak jika ingin menjaga peluang lolos ke babak semifinal Piala AFF 2026. Untuk mewujudkannya, Tim Garuda harus tampil lebih efektif dalam penyelesaian akhir sekaligus memperbaiki koordinasi lini pertahanan.









