PrakarsaWarga.com – Masuknya investor asal China dalam pembangunan rumah susun (rusun) di Indonesia dinilai berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor properti nasional. Selain membantu pembiayaan proyek, investasi tersebut juga dinilai dapat mempercepat pembangunan sekaligus membuka peluang transfer teknologi kepada pelaku industri dalam negeri.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan keterlibatan investor asing dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan pendanaan pemerintah dalam pembangunan hunian vertikal.
Menurut Ferry, investor yang telah menggelontorkan dana dalam jumlah besar umumnya memiliki kepentingan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kepastian penyelesaian proyek.
“Jadi kehadiran investor asing ini juga dapat mendorong pemain lokal untuk lebih bisa meningkatkan produktivitasnya, termasuk juga menjaga kualitas bangunan dan efisiensi proyek,” kata Ferry saat dihubungi detikcom, Kamis (17/9/2026).
Berpeluang Bawa Teknologi Baru
Selain persoalan pendanaan, keterlibatan perusahaan China dalam pembangunan rusun juga membuka peluang terjadinya transfer pengetahuan dan teknologi.
Teknologi konstruksi, metode pembangunan, hingga penerapan efisiensi dalam pengerjaan proyek berpotensi dipelajari oleh kontraktor dan pengembang lokal. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas industri konstruksi Indonesia.
Ferry menilai kerja sama dengan investor China bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi sektor properti dan konstruksi Indonesia. Sejumlah perusahaan asal China sebelumnya telah terlibat dalam berbagai proyek di Indonesia, termasuk melalui kerja sama dengan pengembang lokal.
Namun, perusahaan China selama ini relatif jarang menjadi pengembang yang secara langsung membidik konsumen properti Indonesia. Dalam banyak proyek hunian, pengembang lokal masih memegang peran utama.
Pengembang Lokal Tetap Punya Peran Besar
Dengan kondisi tersebut, masuknya investor China ke proyek rusun tidak serta-merta membuat perusahaan asing tersebut menjadi pesaing langsung pengembang lokal.
Porsi pengembang domestik dalam pembangunan hunian di Indonesia masih jauh lebih besar dibandingkan proyek yang dikerjakan perusahaan asing.
“Kerja sama pembangunan rusun ini, belum tentu secara otomatis menjadikan perusahaan China sebagai pesaing langsung pengembang lokal,” ujar Ferry.
Artinya, kehadiran modal asing dapat ditempatkan sebagai bagian dari kolaborasi untuk memperkuat kapasitas pembangunan, bukan semata-mata sebagai kompetisi dengan perusahaan properti dalam negeri.
Syarat Agar Investasi Berdampak ke Ekonomi Lokal
Pengamat properti sekaligus Direktur PT Global Asset Management Steve Sudijanto juga melihat investasi China di sektor rusun sebagai peluang bagi industri properti Indonesia.
Meski demikian, ia menilai manfaat ekonomi dari proyek tersebut akan lebih besar apabila sebagian besar pelaksana proyek berasal dari dalam negeri.
Steve menyebut keterlibatan tenaga kerja, kontraktor, pemasok material, hingga pelaku usaha lokal perlu mendapatkan porsi yang signifikan. Ia menyoroti pentingnya komposisi minimal 70% pelaku lokal dalam proyek tersebut.
Menurutnya, semakin besar keterlibatan industri dalam negeri, semakin luas pula efek investasi terhadap perekonomian nasional.
Nilai Investasi Jadi Faktor Penting
Besarnya dampak investasi China terhadap sektor properti Indonesia juga akan sangat bergantung pada nilai dana yang benar-benar dibawa masuk ke dalam proyek.
Steve memperkirakan pembangunan rusun membutuhkan investasi dalam jumlah besar. Ia menyebut angka minimal sekitar US$500 juta atau setara Rp8,8 triliun dengan asumsi kurs Rp17.751 per dolar AS.
Jika investasi dengan nilai tersebut benar-benar direalisasikan, dana yang masuk berpotensi menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari konstruksi, manufaktur bahan bangunan, jasa profesional, hingga tenaga kerja.
Pada akhirnya, dampak pembangunan rusun tidak hanya akan terlihat dari jumlah bangunan yang berdiri. Keterlibatan perusahaan lokal, penggunaan produk dalam negeri, peningkatan keahlian tenaga kerja, serta transfer teknologi menjadi sejumlah faktor yang turut menentukan seberapa besar manfaat investasi asing bagi industri properti Indonesia.









