PrakarsaWarga.Com – Dinas Pendidikan (Disdik) Jambi mendorong penguatan peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai langkah mencegah kenakalan remaja di lingkungan sekolah.
Ilham mengatakan, maraknya kejahatan jalanan yang melibatkan pelajar perlu ditangani melalui kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, aparat penegak hukum, hingga lembaga perlindungan anak.
Menurutnya, sekolah perlu memiliki SOP sekolah aman sebagai pedoman untuk mencegah sekaligus menangani persoalan yang melibatkan siswa.
Selain itu, pendidikan karakter dan kegiatan ekstrakurikuler juga perlu diperkuat agar pelajar memiliki ruang positif untuk mengembangkan bakat, minat, dan potensinya.
“Guru BP/BK tidak hanya berperan ketika terjadi persoalan. Perannya juga sangat penting dalam mendeteksi perubahan perilaku siswa sejak awal,” ujar Ilham.
Ia menilai pendekatan terhadap siswa harus dilakukan secara empatik. Guru BK diharapkan menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, baik terkait sekolah, keluarga maupun pergaulan.
Disdik Jambi juga mendorong kerja sama dengan Ditintelkam Polda Jambi untuk memberikan edukasi hukum kepada pelajar. Edukasi tersebut diharapkan membuat siswa memahami konsekuensi dari setiap tindakan serta membedakan kenakalan remaja dengan perbuatan yang telah masuk ranah hukum.
Sementara itu, Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi Asi Noprini menegaskan bahwa penanganan anak harus tetap mengutamakan prinsip perlindungan anak.
Menurut Asi, terdapat empat prinsip yang perlu diperhatikan, yakni non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup dan tumbuh kembang, serta hak anak untuk didengarkan.
Ia menambahkan, anak yang terlibat kenakalan remaja tetap membutuhkan pendampingan agar mampu memahami konsekuensi tindakannya, mengelola emosi, dan belajar mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Karena itu, pencegahan dinilai perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan yang aman dan pendampingan yang tepat diharapkan dapat membantu remaja berkembang secara positif serta terhindar dari perilaku yang merugikan masa depannya.









