PrakarsaWarga.Com – Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Satuan Tugas (Satgas) Karhutla gabungan kini memperkuat upaya pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi.
Kebakaran terjadi di Kelurahan Parit Culum, Kecamatan Muara Sabak Barat. Kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 85 hektare.
Selain mengerahkan personel dan peralatan pemadam, tim gabungan juga melakukan uji coba penggunaan zat khusus yang dirancang untuk menangani kebakaran di lahan gambut. Zat tersebut digunakan dalam dua bentuk, yakni cairan dan serbuk.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji mengatakan seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan secara maksimal. Pemadaman dan pendinginan dilakukan secara bersamaan, termasuk mengecek kembali titik-titik yang sebelumnya telah dipadamkan.
“Seluruh unsur terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan Karhutla secara maksimal. Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan, termasuk pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman,” kata Erlan, Kamis (17/9/2026).
Libatkan TNI, Polri hingga Manggala Agni
Penanganan kebakaran HLG Londerang melibatkan sejumlah unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni hingga regu pemadam dari perusahaan perkebunan.
Jajaran Forkopimda Jambi juga melakukan pengecekan langsung untuk memantau perkembangan penanganan kebakaran. Pemeriksaan difokuskan pada proses pemadaman, pendinginan serta upaya mencegah api merembet ke wilayah lain.
Petugas gabungan turut diterjunkan untuk melakukan pemadaman di area yang terbakar. Di lokasi yang sama, tim juga menguji zat khusus yang diharapkan dapat membantu menangani karakteristik kebakaran pada lahan gambut.
Zat Khusus Diuji untuk Cegah Api Muncul Lagi
Uji coba zat tersebut dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaannya dalam memadamkan api dan membasahi lapisan gambut.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya kembali api setelah proses pemadaman dilakukan.
Erlan menjelaskan, kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran di lahan biasa. Api tidak hanya dapat terlihat di permukaan, tetapi juga berpotensi menjalar ke lapisan bawah tanah.
Karena itu, proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bara api benar-benar padam.
“Kita tidak hanya fokus pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan proses pendinginan dilakukan dengan baik agar tidak terjadi penyalaan kembali. Setiap metode yang dapat mendukung efektivitas pemadaman akan terus dikaji dan diuji di lapangan,” jelasnya.
Sempat Padam, Api Kembali Muncul
Kebakaran di HLG Londerang sebelumnya terjadi pada Kamis (27/8/2026) sore. Petugas kemudian melakukan pemadaman selama sekitar tujuh hari dengan luas kawasan terdampak diperkirakan mencapai 86 hektare.
Setelah sempat berhasil dikendalikan, titik api kembali muncul dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan tersebut.
Selain penanganan di lapangan, Satgas Karhutla juga mengedepankan langkah pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Polda Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Cara tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas dan berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat.
Luas Karhutla Jambi Capai 3.048,68 Hektare
Berdasarkan catatan Satgas Karhutla, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi sejak awal Januari hingga 16 September 2026 mencapai 3.048,68 hektare.
Kabupaten Batang Hari menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni 818,06 hektare.
Selanjutnya, Muaro Jambi tercatat 556,61 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Tanjung Jabung Barat 493,75 hektare, Tebo 315,71 hektare, Tanjung Jabung Timur 271,70 hektare, Bungo 67 hektare, serta Merangin 17,30 hektare.
Data tersebut menunjukkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jambi masih menjadi perhatian, terutama di kawasan gambut yang membutuhkan proses pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh.









