PrakarsaWarga.Com – Kompetisi sepak bola antardesa dinilai tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, kegiatan olahraga yang digelar di desa dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Menurut Yandri, meningkatnya jumlah penonton selama pertandingan secara langsung membuka peluang bagi pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan, minuman, es, hingga jajanan lokal untuk meningkatkan pendapatan.
“Kami meyakini dengan agenda lomba sepak bola ini, desa-desa di Indonesia akan berkembang, mulai dari ekonominya, desa wisatanya, dan tentu olahraga yang menyehatkan badan serta rohani,” kata Yandri.
Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat menghadiri Grand Final Penutupan Kompetisi Sepak Bola Putri di Desa Cibeber, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (22/9).
Olahraga Jadi Penggerak Potensi Desa
Yandri menilai kompetisi yang digelar Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih tersebut memiliki manfaat lebih luas dibandingkan sekadar pertandingan olahraga.
Kegiatan semacam ini dinilai dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, memperkuat hubungan sosial, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga desa.
Karena itu, pemerintah desa diharapkan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga dengan memanfaatkan Dana Desa sesuai ketentuan, termasuk untuk penyediaan maupun peningkatan sarana dan prasarana olahraga.
“Pasti kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita dukung. Kita juga punya program olahraga bukan hanya sepak bola, tetapi bola voli, futsal, dan lainnya yang akan kita gerakkan di tingkat desa,” ujarnya.
Liga Desa Nasional Disiapkan
Selain mendorong kompetisi olahraga di tingkat desa, Kemendes PDT juga tengah menyiapkan agenda Liga Desa Nasional yang rencananya menjadi bagian dari rangkaian Hari Desa Nasional 2027.
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, disebut akan menjadi lokasi utama penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Yandri mengatakan Liga Desa Nasional nantinya diharapkan menjadi wadah untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah sekaligus menampilkan potensi yang dimiliki desa.
Tidak hanya soal kompetisi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat silaturahmi antarwarga dan menciptakan aktivitas ekonomi di daerah yang menjadi lokasi pertandingan.
Menurut Yandri, keberadaan liga di tingkat desa juga dapat membuka kesempatan bagi pesepak bola muda dari berbagai pelosok untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Pasalnya, tidak semua talenta muda memiliki kesempatan mengikuti akademi sepak bola besar. Kompetisi di desa dapat menjadi salah satu jalur bagi pemain potensial untuk mendapatkan perhatian dari pencari bakat maupun klub profesional.
“Event ini saya kira bagus untuk dicontoh oleh desa-desa yang lain,” kata Yandri.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Ketua Umum APDESI Merah Putih Anwar Sadat.
Yandri juga didampingi Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik, Dirjen PDP Kemendes PDT Nugroho Setijo Nagoro, serta Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik.







