PrakarsaWarga.com – Penguatan pendidikan Pancasila dinilai semakin penting di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat. Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI, Ferdiansyah, dalam diskusi publik bertajuk “Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila Dalam Sistem Pendidikan Nasional” yang digelar FPG MPR RI di Hotel Santika Premiere, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Menurut Ferdiansyah, tantangan pendidikan Pancasila saat ini telah berkembang. Persoalannya bukan hanya bagaimana masyarakat memahami setiap sila, tetapi juga bagaimana nilai tersebut diterapkan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia menilai masih terdapat jarak antara pembelajaran Pancasila di lingkungan pendidikan dengan penerapannya dalam kehidupan nyata. Karena itu, pendidikan karakter perlu berjalan beriringan dengan penguatan pemahaman mengenai Pancasila.
“Nilai Pancasila harus hadir dalam pola pikir, perilaku, keteladanan, serta keberanian untuk menjalankan aturan dan sistem yang berlaku,” demikian pokok perhatian yang disampaikan dalam diskusi tersebut.
Ferdiansyah juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih muncul di tengah masyarakat. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan nilai tidak boleh berhenti pada aspek teori atau hafalan.
Ia mencontohkan persoalan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial, termasuk tingginya angka perceraian di sejumlah kelompok masyarakat. Fenomena tersebut, menurut dia, dapat menjadi bahan evaluasi mengenai sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan pendidikan Pancasila, lanjutnya, membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial perlu diterjemahkan dalam praktik yang dekat dengan kehidupan peserta didik.
Pendidikan Karakter di Era Digital
Perkembangan teknologi digital juga membuat pendidikan karakter menghadapi tantangan baru. Arus informasi yang begitu cepat membuat generasi muda berhadapan dengan beragam nilai, budaya, dan perilaku dari berbagai sumber.
Karena itu, pendidikan Pancasila perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan substansi nilai yang terkandung di dalamnya. Sekolah, keluarga, masyarakat, dan negara memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter.
Keteladanan dari orang dewasa juga menjadi bagian penting. Pendidikan karakter akan lebih efektif ketika nilai yang diajarkan di ruang kelas dapat ditemukan dalam perilaku nyata para pend








