Polusi Udara Rentan Menumpuk pada Pagi Hari, Pakar ITS Ungkap Penyebabnya

PrakarsaWarga.com – Kualitas udara di Surabaya sempat masuk kategori tidak sehat pada 15 Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya di Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) Tandes, konsentrasi partikel halus PM2.5 menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pakar lingkungan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Eng Arie Dipareza Syafei, ST, MEPM. Menurutnya, pencemaran udara tidak hanya dipengaruhi cuaca panas, tetapi juga aktivitas manusia dan kondisi atmosfer.

Mengapa Polutan Udara Mudah Menumpuk pada Pagi Hari?

Kendaraan bermotor menjadi salah satu sumber utama emisi di kawasan perkotaan. Pada pagi hari, peningkatan volume kendaraan dapat menyebabkan jumlah polutan yang dilepaskan ke udara ikut bertambah.

Kondisi ini diperparah oleh lapisan pencampuran udara yang relatif dangkal. Akibatnya, polutan lebih sulit menyebar sehingga konsentrasinya dapat meningkat di lapisan bawah atmosfer.

Selain kendaraan, pencemaran udara juga berasal dari kegiatan industri, pembakaran sampah secara terbuka, serta debu dari area terbuka.

Arie menjelaskan bahwa kualitas udara perlu dinilai melalui sejumlah parameter, seperti PM2.5, PM10, ozon, nitrogen dioksida (NO₂), sulfur dioksida (SO₂), dan karbon monoksida (CO). Hasil pengukuran tersebut menjadi dasar penentuan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Cuaca Panas Turut Memengaruhi Kualitas Udara

Cuaca panas tidak secara langsung menjadi sumber PM2.5. Namun, tingginya intensitas sinar matahari dapat memengaruhi reaksi kimia di atmosfer yang menghasilkan ozon.

Pemanasan permukaan bumi juga memengaruhi pergerakan dan pencampuran udara. Karena itu, kondisi cuaca perlu diperhatikan bersama faktor emisi untuk memahami perubahan kualitas udara.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, baku mutu PM10 ditetapkan sebesar 75 mikrogram per meter kubik untuk rata-rata 24 jam dan 40 mikrogram per meter kubik untuk rata-rata tahunan. Sementara itu, baku mutu PM2.5 masing-masing sebesar 55 mikrogram per meter kubik dan 15 mikrogram per meter kubik.

Meski demikian, pemenuhan baku mutu tidak berarti risiko kesehatan sepenuhnya hilang. Dampak paparan polusi tetap perlu diperhatikan, terutama oleh kelompok yang lebih rentan.

Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan

Paparan polusi udara dalam jangka pendek dapat memicu batuk, iritasi, sesak napas, serta memperburuk kondisi penderita asma. Jika berlangsung berulang dalam jangka panjang, paparan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan paru-paru.

Risiko kesehatan juga dapat meningkat ketika polusi udara terjadi bersamaan dengan cuaca panas. Suhu tinggi dapat menambah beban tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi.

Anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan penyakit jantung dan paru-paru perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi tersebut.

Cara Mengurangi Risiko Paparan Polusi Udara

Pengendalian pencemaran udara membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat. Pemerintah dapat meningkatkan pemantauan kualitas udara, memperkuat sistem peringatan dini, menindak pembakaran terbuka, serta mengawasi sumber emisi yang tinggi.

Sementara itu, masyarakat disarankan tidak membakar sampah dan memeriksa informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Ketika tingkat pencemaran meningkat, aktivitas luar ruangan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Dengan memahami penyebab penumpukan polutan pada pagi hari serta dampaknya bagi kesehatan, masyarakat diharapkan lebih waspada dan turut berperan dalam menjaga kualitas udara.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Diduga Salah Paham dengan Rekan Kerja, Pria 26 Tahun Tewas Ditusuk Obeng di Badung

Diduga Salah Paham dengan Rekan Kerja, Pria 26 Tahun Tewas Ditusuk Obeng di Badung

Tabrakan Burung Rusak Pesawat Emirates, Penerbangan Delhi-Dubai Delay 14,5 Jam

Tabrakan Burung Rusak Pesawat Emirates, Penerbangan Delhi-Dubai Delay 14,5 Jam

Revitalisasi Sekolah hingga Penataan Alun-Alun, Gus Fawait Dorong Pemerataan Pembangunan Jember

Revitalisasi Sekolah hingga Penataan Alun-Alun, Gus Fawait Dorong Pemerataan Pembangunan Jember

Bukan Cuma Truk Berat, Ini 4 Penyebab Jalan Aspal Cepat Rusak Menurut Pakar ITS

Bukan Cuma Truk Berat, Ini 4 Penyebab Jalan Aspal Cepat Rusak Menurut Pakar ITS

Mengapa 10 Hari Hilang dari Kalender Oktober 1582? Ini Sejarahnya

Mengapa 10 Hari Hilang dari Kalender Oktober 1582? Ini Sejarahnya

 Polusi Udara Rentan Menumpuk pada Pagi Hari, Pakar ITS Ungkap Penyebabnya

 Polusi Udara Rentan Menumpuk pada Pagi Hari, Pakar ITS Ungkap Penyebabnya