Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Padam, Gas Metan Masih Jadi Perhatian

 

PrakarsaWarga.com — Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, memasuki tahap baru. Setelah 14 hari penanganan, asap di kawasan TPA dilaporkan telah padam. Meski demikian, petugas masih mewaspadai keberadaan gas metan yang berpotensi memicu munculnya kembali titik api.

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan, berakhirnya masa tanggap darurat menjadi awal dari proses transisi menuju pemulihan. Penanganan gas metan menjadi salah satu pekerjaan utama yang masih harus dilakukan.

Menurut Respati, pendinginan timbunan sampah tetap dilanjutkan menggunakan metode injeksi air. Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menyiapkan metode untuk mengeluarkan dan mengendalikan gas metan dengan aman.

Selama masa transisi, sejumlah unsur masih dilibatkan dalam pengawasan dan penanganan TPA Putri Cempo. Mereka di antaranya BPBD, BNPB, pemadam kebakaran, TNI-Polri, relawan, serta stakeholder terkait lainnya.

SUTET di Sekitar TPA Jadi Prioritas

Selain mengantisipasi gas metan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap jaringan listrik tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang berada di sekitar kawasan TPA.

Infrastruktur tersebut telah berdiri sejak 1976 dan menjadi salah satu bagian penting dalam sistem suplai listrik ke Kota Solo. Karena itu, pengamanan jaringan listrik menjadi salah satu prioritas selama masa transisi.

Sementara untuk aktivitas pengelolaan sampah, Pemkot Solo menyebut akan melakukan penataan ulang. DLH nantinya menentukan blok-blok yang masih memungkinkan digunakan serta area yang perlu dihentikan sementara.

6,31 Hektare Area Berhasil Dikendalikan

Kepala Pelaksana BPBD Solo Ari Dwi Daryatmo menyampaikan, area TPA yang berhasil dikendalikan selama penanganan mencapai sekitar 6,31 hektare.

Wilayah tersebut mencakup Blok B seluas 0,59 hektare, Blok B1, serta Blok C dengan luas sekitar 1,80 hektare.

Meski asap telah padam, potensi munculnya kembali titik asap maupun api masih terbuka. Kondisi tersebut berkaitan dengan kandungan gas metan, keberadaan oksigen, bara di dalam timbunan sampah, suhu panas, serta cuaca terik.

Penanganan kebakaran TPA Putri Cempo sejak 2 September melibatkan sekitar 400 personel setiap hari. Personel berasal dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Damkar dan BPBD Solo Raya, serta unsur pendukung lainnya.

Untuk proses pemadaman dan pendinginan, petugas memanfaatkan sejumlah sumber air, mulai dari PDAM, reservoir, Mako Damkar, hingga hidran STP. Total air yang digunakan selama 14 hari penanganan mencapai sekitar 4 juta liter.

Masa Transisi Berlangsung 2–3 Bulan

Setelah status tanggap darurat berakhir, penanganan TPA Putri Cempo akan dilanjutkan melalui masa transisi darurat menuju pemulihan.

BPBD Solo memperkirakan masa transisi tersebut berlangsung sekitar 2 hingga 3 bulan. Dalam periode ini, pengawasan terhadap kondisi timbunan sampah, gas metan, potensi titik api, serta keamanan kawasan akan tetap dilakukan.

Pemerintah berharap proses transisi dapat berjalan hingga kondisi TPA Putri Cempo benar-benar aman dan penanganan pascakebakaran dapat dilanjutkan secara bertahap.

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Jessica Mila Hamil Anak Kedua, Jenis Kelamin Bayi Sengaja Dirahasiakan

Jessica Mila Hamil Anak Kedua, Jenis Kelamin Bayi Sengaja Dirahasiakan

Jensen Huang Tegaskan AI Tak Akan Bawa Kiamat pada 2030

Jensen Huang Tegaskan AI Tak Akan Bawa Kiamat pada 2030

Kuasa Hukum Ungkap Alasan Korban Masuk ke Room Betrand Peto

Kuasa Hukum Ungkap Alasan Korban Masuk ke Room Betrand Peto

BRIN Siapkan Riset dan Teknologi Hadapi Ancaman Kekeringan hingga 2027

BRIN Siapkan Riset dan Teknologi Hadapi Ancaman Kekeringan hingga 2027

DSN MUI Usulkan Ekonomi Syariah Jadi Bagian dari Kebijakan Fiskal Nasional

DSN MUI Usulkan Ekonomi Syariah Jadi Bagian dari Kebijakan Fiskal Nasional

566 Finalis OSN Dikmen dan EKKA 2026 Berebut Tiket ke Kompetisi Internasional

566 Finalis OSN Dikmen dan EKKA 2026 Berebut Tiket ke Kompetisi Internasional