Binance Diretas, Investor Tarik Dana Rp 65,9 Triliun dalam Sepekan

PrakarsaWarga.com – Insiden peretasan yang menimpa Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, memicu kepanikan di kalangan investor. Setelah serangan siber tersebut, pengguna tercatat menarik aset hingga US$ 3,64 miliar atau sekitar Rp 65,98 triliun dalam kurun waktu satu pekan.

Jumlah penarikan tersebut setara dengan 2,1% dari total aset yang dikelola platform perdagangan kripto itu. Meski demikian, Binance menyebut arus penarikan dana mulai menunjukkan kondisi stabil setelah mengalami lonjakan pada awal insiden. Aktivitas penyetoran dana dari pengguna juga masih terpantau cukup tinggi.

Binance kini mulai membuka kembali layanan penarikan secara bertahap. Pada tahap awal, perusahaan memprioritaskan 15 jenis token, termasuk Bitcoin, Ether, USDC, USDT, dan Dogecoin.

Melalui akun resminya di platform X, Binance menjelaskan bahwa pembukaan layanan dilakukan berdasarkan tingkat permintaan pengguna selama sepekan terakhir.

Arus Keluar Dana Binance Capai Miliaran Dolar

Peristiwa peretasan ini menjadi perhatian besar industri kripto global. Sejumlah analis bahkan menilai insiden tersebut sebagai salah satu pencurian aset digital terbesar yang pernah terjadi.

Data TRM Labs menunjukkan bahwa kejahatan siber di sektor kripto terus meningkat. Sepanjang tahun sebelumnya, pelaku kejahatan berhasil mencuri sekitar US$ 2,9 miliar melalui hampir 150 insiden peretasan.

Sementara itu, platform analisis kripto DefiLlama mencatat angka arus keluar dana Binance yang lebih tinggi. Berdasarkan data dasbor mereka, total penarikan mencapai US$ 5,81 miliar, meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 4,36 miliar.

Menanggapi perbedaan data tersebut, Binance menjelaskan bahwa angka dari DefiLlama belum memperhitungkan perpindahan aset internal perusahaan ke hot wallet baru.

Pihak Binance menegaskan bahwa transaksi internal tersebut tidak seharusnya dikategorikan sebagai penarikan dana oleh pengguna. Karena itu, perusahaan menyebut pembaruan data melalui akun resmi mereka sebagai angka yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.

Binance Pulihkan 95 Persen Aset yang Dicuri

Di tengah upaya pemulihan layanan, Binance mengklaim telah mengganti sekitar 95% dari total aset senilai US$ 6,3 miliar yang dilaporkan hilang akibat peretasan.

Nilai aset yang berhasil diganti mencapai US$ 6 miliar. Untuk menutup kerugian tersebut, perusahaan menggunakan dana internal guna membeli kembali token yang sebelumnya dicuri.

Adapun sekitar 5% aset lainnya masih dalam proses pemulihan. Binance menyebut sisa aset tersebut terdiri dari instrumen yang memiliki tingkat likuiditas lebih rendah sehingga membutuhkan waktu lebih panjang untuk diganti.

FBI Tuding Kelompok Siber Korea Utara sebagai Pelaku

Penyelidikan terhadap serangan tersebut turut mengarah pada kelompok peretas yang memiliki keterkaitan dengan Korea Utara.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) secara resmi menyebut kelompok siber bernama Trader Traitor sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok ini diduga merupakan bagian dari operasi siber yang disponsori negara.

FBI juga mengungkap bahwa para pelaku diduga mengonversi aset hasil pencurian ke dalam mata uang kripto Ether. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memindahkan dan mengelola aset yang diperoleh secara ilegal.

Meski demikian, tuduhan keterlibatan Korea Utara belum mendapat pengakuan dari pemerintah negara tersebut. Perwakilan Korea Utara di sejumlah lokasi juga tidak memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum dapat memastikan keterlibatan Korea Utara dalam insiden tersebut.

Trump mengatakan pemerintah AS masih perlu memastikan pihak yang berada di balik serangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Kasus peretasan Binance ini kembali menjadi pengingat bahwa keamanan aset digital masih menjadi tantangan besar bagi industri kripto. Selain menimbulkan kerugian finansial, serangan siber juga dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap platform perdagangan aset digital.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

HUT Ke-9 LIN, Robi Irawan Tegaskan Komitmen Kawal Keuangan Negara dan Dukung Pemberantasan Korupsi

HUT Ke-9 LIN, Robi Irawan Tegaskan Komitmen Kawal Keuangan Negara dan Dukung Pemberantasan Korupsi

Beasiswa Pemerintah Rusia 2026 Dibuka 15 November, Tawarkan Kuliah Gratis S1 hingga S3

Beasiswa Pemerintah Rusia 2026 Dibuka 15 November, Tawarkan Kuliah Gratis S1 hingga S3

Doa Haru Amy Qanita untuk Raffi Ahmad di Tengah Sorotan Publik

Doa Haru Amy Qanita untuk Raffi Ahmad di Tengah Sorotan Publik

Magelang Ethno Carnival 2026 Meriah, Transaksi Ekonomi Tembus Rp300 Juta per Hari

Magelang Ethno Carnival 2026 Meriah, Transaksi Ekonomi Tembus Rp300 Juta per Hari

Binance Diretas, Investor Tarik Dana Rp 65,9 Triliun dalam Sepekan

Binance Diretas, Investor Tarik Dana Rp 65,9 Triliun dalam Sepekan

Putusan MA soal Surat Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ini Sikap Partai Koalisi Prabowo

Putusan MA soal Surat Ijazah Gibran Jadi Sorotan, Ini Sikap Partai Koalisi Prabowo