PrakarsaWarga.com – Perusahaan teknologi desain asal Australia, Canva, mengambil langkah besar dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.271 karyawan di berbagai negara. Jumlah tersebut setara dengan 22 persen dari total tenaga kerja global perusahaan.
Meski keputusan ini menjadi kabar kurang menyenangkan bagi ribuan pekerjanya, Canva justru mendapat perhatian karena menyiapkan paket kompensasi yang dinilai cukup besar bagi karyawan terdampak.
CEO sekaligus salah satu pendiri Canva, Melanie Perkins, menyampaikan keputusan tersebut melalui memo internal perusahaan. Ia mengakui bahwa pengurangan tenaga kerja ini menjadi salah satu keputusan paling berat sepanjang perjalanan Canva selama 13 tahun.
Saat ini, Canva diketahui memiliki lebih dari 5.700 karyawan yang tersebar di 37 negara. Namun, perusahaan belum menjelaskan secara rinci divisi maupun wilayah yang paling banyak terkena dampak restrukturisasi.
Enam Bulan Gaji hingga Laptop Tetap Jadi Milik Karyawan
Canva menyiapkan sejumlah fasilitas untuk membantu para pekerja yang kehilangan pekerjaan agar tetap memiliki dukungan finansial dan kesempatan mencari karier baru.
Berdasarkan laporan NDTV yang dikutip detikINET, berikut beberapa fasilitas yang diberikan kepada karyawan terdampak PHK:
1. Kompensasi gaji minimal enam bulan
Setiap karyawan yang terkena PHK akan memperoleh pembayaran setara sedikitnya enam bulan gaji, termasuk hak-hak sesuai ketentuan hukum di negara masing-masing.
2. Boleh membawa pulang MacBook
Karyawan diperbolehkan mempertahankan laptop MacBook yang sebelumnya digunakan sebagai fasilitas kerja perusahaan. Kebijakan ini diharapkan membantu mereka tetap memiliki perangkat untuk melanjutkan aktivitas profesional.
3. Langganan LinkedIn Premium selama 12 bulan
Canva memberikan akses LinkedIn Premium gratis selama satu tahun untuk mendukung pencarian pekerjaan dan memperluas jaringan profesional.
4. Pendampingan karier dan wawancara kerja
Karyawan juga mendapatkan bantuan penyusunan CV, konsultasi karier secara personal, hingga latihan menghadapi proses wawancara kerja.
5. Asuransi kesehatan selama satu tahun
Dukungan kesehatan tetap diberikan selama 12 bulan di negara-negara yang memiliki fasilitas asuransi tersebut.
6. Layanan bantuan karyawan
Program Canva Care tetap bisa dimanfaatkan oleh mantan karyawan beserta keluarga mereka selama satu tahun setelah PHK.
Ada Hibah Rp150 Juta untuk Karyawan yang Ingin Berbisnis
Tidak hanya memberikan pesangon dan fasilitas pendukung, Canva juga membuka kesempatan bagi mantan karyawannya yang ingin membangun usaha sendiri.
Melalui program Canva Collective Fund, perusahaan menyediakan hibah sebesar US$10.000 atau sekitar Rp150 juta, bergantung pada nilai tukar, bagi karyawan yang ingin memulai bisnis maupun mengembangkan proyek untuk komunitas lokal.
Menariknya, dana tersebut tidak disertai tuntutan kepemilikan bisnis ataupun pembagian saham kepada Canva. Pendaftaran program ini dibuka hingga 14 Desember.
Selain itu, Canva juga menyiapkan direktori alumni secara sukarela. Daftar tersebut nantinya dapat diakses oleh investor, mitra bisnis, serta jaringan industri untuk membantu mantan karyawan mendapatkan peluang kerja baru.
Perusahaan turut memberikan waktu bagi karyawan untuk tetap mengakses Slack dan Gmail hingga akhir pekan pengumuman. Dengan begitu, mereka masih bisa berkomunikasi dengan rekan kerja dan menyampaikan perpisahan.
PHK Terjadi di Tengah Perubahan Industri Teknologi AI
Langkah pengurangan karyawan ini tidak terlepas dari tantangan bisnis yang sedang dihadapi Canva. Pertumbuhan perusahaan dilaporkan mulai mengalami perlambatan setelah mencatat perkembangan positif selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut mengubah industri perangkat lunak kreatif.
Kini, berbagai teknologi AI memungkinkan pengguna membuat gambar, presentasi, hingga konten visual dengan lebih mudah. Kondisi tersebut membuat perusahaan penyedia layanan desain harus terus beradaptasi agar tetap kompetitif.
Canva sendiri telah menggelontorkan investasi besar untuk mengembangkan berbagai fitur berbasis AI. Perusahaan juga mulai mengarahkan pengembangan platformnya agar semakin terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan.
Restrukturisasi ini menjadi salah satu langkah besar Canva dalam menghadapi perubahan industri sekaligus menyesuaikan strategi bisnis ke depan.
Meski ribuan karyawan harus meninggalkan perusahaan, paket kompensasi yang disiapkan Canva menunjukkan upaya untuk memberikan dukungan selama masa transisi menuju pekerjaan atau peluang usaha berikutnya.









