Hobi Game Retro, Rifky Balweel Berburu Konsol Jadul Orisinal dengan Harga Miring

PrakarsaWarga.Com – Aktor Rifky Balweel mengungkapkan kecintaannya terhadap dunia game yang kini berkembang menjadi hobi mengoleksi konsol lawas. Kegemaran tersebut bukan sekadar untuk mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi cara mewujudkan impian masa kecil yang dulu belum sempat tercapai.

Rifky mengaku saat kecil dirinya tidak memiliki kesempatan untuk menikmati berbagai konsol game yang populer pada masanya. Kini, setelah memiliki penghasilan sendiri, ia perlahan melengkapi koleksi perangkat gaming, mulai dari konsol retro hingga perangkat generasi terbaru.

“Hobi saya memang main game,” ujar Rifky Balweel saat ditemui di acara Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Di rumahnya, Rifky memiliki berbagai perangkat untuk bermain game, seperti PC rakitan, PlayStation 5, hingga PlayStation 5 Pro. Namun, yang paling menarik perhatiannya justru berburu konsol klasik yang masih dalam kondisi orisinal.

Menurutnya, koleksi tersebut menjadi bentuk “balas dendam” atas keinginan yang belum terpenuhi ketika masih kecil. Saat itu ia hanya memiliki Super Nintendo, sementara konsol lain seperti Sega belum sempat dimilikinya.

Kini, koleksi pribadinya terus bertambah. Ia telah memiliki Sega orisinal, PlayStation 1 versi Jepang, PlayStation 2 Jepang, hingga Atari. Sementara PlayStation 3 masih menjadi salah satu konsol yang ingin segera ia lengkapi.

Selain menikmati sensasi bermain, Rifky juga menyukai proses berburu barang koleksi dengan harga terbaik. Ia mengungkapkan bahwa harga konsol lawas sangat bervariasi dan tidak memiliki patokan pasti, sehingga dibutuhkan kesabaran untuk mendapatkan penawaran yang menguntungkan.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat berhasil mendapatkan konsol Atari dengan harga sekitar Rp3,5 juta. Padahal, perangkat serupa kerap dijual di kisaran Rp7 juta hingga Rp8 juta di pasaran.

Bagi Rifky, kepuasan mengoleksi konsol retro bukan hanya soal memiliki barang langka, tetapi juga keberhasilan menemukan unit orisinal dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Koleksi tersebut kemudian dipajang di rumah sebagai bagian dari hobi sekaligus bentuk apresiasi terhadap perkembangan dunia video game dari masa ke masa.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Hari Anak Nasional 2026: Momentum Perkuat Perlindungan dan Masa Depan Anak Indonesia

Hari Anak Nasional 2026: Momentum Perkuat Perlindungan dan Masa Depan Anak Indonesia

Program MBG Masuk Evaluasi, Pemerintah Siapkan Perbaikan Anggaran dan Sistem Penyaluran

Program MBG Masuk Evaluasi, Pemerintah Siapkan Perbaikan Anggaran dan Sistem Penyaluran

Kemendikdasmen Siapkan Guru PNS untuk Sekolah Nasional Terintegrasi, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Kemendikdasmen Siapkan Guru PNS untuk Sekolah Nasional Terintegrasi, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Tya Ariestya Terbang ke Korea Selatan untuk Dampingi Anak Bertanding Taekwondo Internasional

Tya Ariestya Terbang ke Korea Selatan untuk Dampingi Anak Bertanding Taekwondo Internasional

Arda Naff Murka Usai Tantri Kotak Dipeluk Pria Tak Dikenal Saat Manggung, Minta Keamanan Diperketat

Arda Naff Murka Usai Tantri Kotak Dipeluk Pria Tak Dikenal Saat Manggung, Minta Keamanan Diperketat

Zee Asadel Ungkap Cara Simpel Menjaga Mood Tetap Positif di Tengah Jadwal Padat

Zee Asadel Ungkap Cara Simpel Menjaga Mood Tetap Positif di Tengah Jadwal Padat