PrakarsaWarga.Com – Korea Selatan memperluas pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di perguruan tinggi. Pemerintah negara tersebut meluncurkan dua program yang melibatkan 33 universitas untuk memperkuat pendidikan, penelitian, dan penerapan AI di dunia industri.
Program yang berada di bawah Kementerian Sains dan Teknologi, Komunikasi dan Informasi Korea Selatan itu terdiri atas 18 universitas pusat pengembangan AI dan 15 sekolah pascasarjana yang berfokus pada transformasi AI atau AI Transformation (AX).
Melalui kebijakan ini, pendidikan AI tidak hanya diarahkan bagi mahasiswa jurusan teknologi. Pemerintah Korea Selatan juga mendorong agar kemampuan dasar AI diperkenalkan kepada mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Mahasiswa Semua Jurusan Bakal Mendapat Pendidikan AI
Sebanyak 18 universitas yang terpilih sebagai pusat pengembangan AI akan memperkuat program pendidikan khusus di bidang kecerdasan buatan.
Kampus-kampus tersebut juga akan menerapkan mata kuliah dasar AI sebagai mata kuliah umum bagi seluruh mahasiswa. Selain itu, universitas didorong mengembangkan program interdisipliner yang menggabungkan AI dengan bidang keilmuan lainnya.
Pendekatan ini bertujuan memperluas pemahaman mahasiswa mengenai penggunaan AI, termasuk untuk mendukung proses analisis, penelitian, dan penyelesaian persoalan di berbagai bidang.
Dengan demikian, pembelajaran AI tidak hanya berpusat pada kemampuan teknis, tetapi juga pada penerapannya dalam lingkungan akademik dan profesional.
Setiap Kampus Mendapat Pendanaan hingga Delapan Tahun
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah Korea Selatan menyiapkan pendanaan sebesar 3 miliar won atau sekitar Rp40 miliar per tahun bagi masing-masing dari 18 universitas pusat pengembangan AI.
Dukungan itu diberikan selama maksimal delapan tahun.
Pendanaan tersebut diharapkan membantu kampus memperkuat pembelajaran, mengembangkan kegiatan penelitian, serta meningkatkan kapasitas pendidikan AI.
Sementara itu, 15 sekolah pascasarjana yang mengikuti program AX akan memperoleh pendanaan dengan nominal tahunan yang sama selama maksimal enam tahun.
Kedua skema tersebut memiliki fokus berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk memperkuat kemampuan AI di lingkungan pendidikan tinggi.
15 Sekolah Pascasarjana Gandeng 26 Perusahaan
Program transformasi AI di tingkat pascasarjana dirancang agar lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Sebanyak 15 sekolah pascasarjana AX akan bekerja sama dengan 26 perusahaan, termasuk Samsung Electronics, POSCO Holdings, dan Doosan Robotics.
Kolaborasi tersebut mencakup pembentukan pusat penelitian bersama, pendampingan oleh akademisi dan pakar industri, serta pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa magister dan doktoral.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman menerapkan AI untuk menghadapi persoalan praktis di berbagai sektor.
Keterlibatan perusahaan juga menjadi jembatan antara penelitian kampus dan kebutuhan dunia kerja, sehingga pengembangan kompetensi tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran teoretis.
Sebanyak 38 Kampus Software Direncanakan Beralih ke AI
Pengembangan pendidikan AI di Korea Selatan tidak berhenti pada 33 institusi yang masuk dalam dua program tersebut.
Kementerian terkait juga berencana mentransformasikan 38 universitas yang berfokus pada perangkat lunak menjadi institusi berorientasi AI pada 2027.
Rencana tersebut akan dilaksanakan setelah proses evaluasi.
Langkah ini memperlihatkan upaya pemerintah untuk memperluas kapasitas pendidikan AI dengan memanfaatkan institusi yang sebelumnya telah memiliki fokus pada pengembangan perangkat lunak.
Pemerataan Pendidikan AI hingga Luar Seoul
Selain memperkuat kualitas pendidikan, Korea Selatan juga menaruh perhatian pada pemerataan akses pendidikan dan penelitian AI.
Dari 18 universitas pusat pengembangan AI yang terpilih, sebanyak 11 kampus berada di luar wilayah metropolitan Seoul. Sementara itu, delapan dari 15 sekolah pascasarjana AX juga berlokasi di luar kawasan tersebut.
Mulai 2027, pemerintah menargetkan institusi di luar wilayah ibu kota mencakup sedikitnya 70 persen dari universitas yang baru terpilih dalam program terkait.
Target ini diarahkan untuk memperluas kesempatan bagi kampus di berbagai wilayah Korea Selatan agar dapat mengembangkan pendidikan dan penelitian AI.
Dengan pemerataan tersebut, penguatan kemampuan AI diharapkan tidak hanya terkonsentrasi di pusat metropolitan, tetapi juga menjangkau wilayah lain.
Pendidikan Tinggi Beradaptasi dengan Perkembangan AI
Program pengembangan 33 universitas tersebut mencerminkan perubahan pendekatan pendidikan AI di Korea Selatan.
AI tidak lagi diposisikan semata-mata sebagai bidang khusus bagi mahasiswa teknologi, tetapi mulai diintegrasikan ke berbagai disiplin ilmu. Pada saat yang sama, kerja sama dengan industri dan pembelajaran berbasis proyek menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja.
Melalui pendanaan, pengembangan kurikulum, penelitian bersama, dan pemerataan kesempatan antardaerah, Korea Selatan berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan talenta AI. (RFA)






