Pabrik Sabu Terbesar Terbongkar, DPR Desak Razia Narkoba hingga Pelosok Desa

PrakarsaWarga.Com –  Terungkapnya pabrik narkotika jenis sabu di Kabupaten Pidie, Aceh, menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nora Idah Nita, meminta aparat penegak hukum melakukan pemberantasan narkoba secara menyeluruh hingga ke tingkat desa.

Nora mengaku prihatin dengan kondisi peredaran narkoba di Aceh. Ia meminta Kapolri mengambil langkah cepat melalui operasi pemberantasan narkoba, termasuk melakukan pemeriksaan urine terhadap penyelenggara pemerintahan.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut perlu menyasar jajaran eksekutif dan legislatif, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.

Politikus Partai Demokrat itu juga mendorong agar razia narkoba dilakukan secara besar-besaran hingga ke pelosok desa. Ia menilai langkah tersebut penting di tengah meningkatnya berbagai tindak kriminalitas di masyarakat.

Nora menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pencurian. Ia menduga penyalahgunaan narkotika, khususnya sabu, turut menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius.

Ia mengatakan, pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama berbagai pihak. TNI, Polri, dan pemerintah daerah diharapkan dapat bersinergi melakukan langkah pencegahan sekaligus penindakan.

Selain penegakan hukum, Nora menilai pembinaan dan rehabilitasi bagi pecandu narkoba juga perlu diperkuat. Pendekatan keagamaan dapat menjadi salah satu metode dalam membantu proses pemulihan pengguna narkotika.

Bahkan, ia mengusulkan pembangunan pusat rehabilitasi narkoba terpadu di Aceh apabila diperlukan. Sementara itu, pengedar dan bandar narkoba harus mendapatkan tindakan hukum secara tegas.

Pabrik Sabu dengan Barang Bukti 1,2 Ton Dibongkar

Sebelumnya, tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai menggerebek sebuah lokasi yang diduga menjadi pabrik produksi sabu di Desa Beureueh, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh.

Fasilitas tersebut disebut sebagai salah satu pabrik sabu terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia. Produk yang dihasilkan dikabarkan memiliki kualitas blue ice.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti dengan total berat mencapai 1,2 ton. Barang bukti itu terdiri dari 20 drum sabu cair dan sekitar 500 kilogram sabu kristal.

Selain narkotika, petugas turut mengamankan 60 kaleng Titan Pro, empat kompor dua tungku, tujuh tabung LPG, tiga mesin cuci yang digunakan dalam proses pengkristalan, serta enam unit telepon seluler.

Dari lokasi penggerebekan, aparat menangkap enam orang yang terdiri dari dua warga negara China berinisial LJ dan XM serta empat warga negara Indonesia berinisial F, MY, AK, dan AY. Mereka diduga memiliki peran sebagai kepala dan asisten koki dalam proses pembuatan sabu.

Sementara itu, lima orang lainnya berinisial RY, RM, RZ, MN, dan B ditangkap di wilayah Bireuen dan Lhokseumawe.

Setelah menjalani pemeriksaan, polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka, tidak termasuk AK.

Terbongkarnya fasilitas produksi narkotika tersebut kembali menjadi perhatian terhadap upaya pemberantasan peredaran sabu. Pengawasan di tingkat pemerintahan, lingkungan masyarakat, hingga pelosok desa dinilai perlu diperkuat agar penyalahgunaan narkoba dapat dicegah lebih luas.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Kebocoran Gas di Pabrik Karawang, 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Kebocoran Gas di Pabrik Karawang, 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Anindya Bakrie Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ancaman Krisis Global

Anindya Bakrie Tegaskan Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ancaman Krisis Global

Dua Alumni Kampus Singapura Pimpin Intel dan Western Digital, Ini Kisah Kariernya

Dua Alumni Kampus Singapura Pimpin Intel dan Western Digital, Ini Kisah Kariernya

Pabrik Sabu Terbesar Terbongkar, DPR Desak Razia Narkoba hingga Pelosok Desa

Pabrik Sabu Terbesar Terbongkar, DPR Desak Razia Narkoba hingga Pelosok Desa

Cinta Laura Ungkap Pengalaman Pertama Syuting Adegan Intim, Akui Sempat Kaget dengan Prosesnya

Cinta Laura Ungkap Pengalaman Pertama Syuting Adegan Intim, Akui Sempat Kaget dengan Prosesnya

Sidang Perkara 54 di PN Sungguminasa : Ketua DPD dan DPC LIN Pertanyakan Kejanggalan Bukti Tergugat

Sidang Perkara 54 di PN Sungguminasa : Ketua DPD dan DPC LIN Pertanyakan Kejanggalan Bukti Tergugat