PrakarsaWarga.Com – Kebocoran gas yang diduga berasal dari kawasan pabrik di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyebabkan puluhan warga mengalami gangguan kesehatan. Sebanyak 43 orang dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis pada Kamis (29/10/2026) pagi.
Insiden tersebut terjadi ketika warga mulai beraktivitas. Asap yang menyerupai kabut dilaporkan muncul dari area pabrik dan menyebar hingga ke permukiman. Sejumlah warga mengeluhkan sesak napas, tubuh lemas, hingga kehilangan kesadaran.
Salah satu warga terdampak, Ririn (46), yang menjalani perawatan di RS Rosela, mengaku melihat asap keluar dari cerobong pabrik sekitar pukul 05.30 WIB.
“Kejadiannya sekitar jam setengah 6, tiba-tiba ada asap muncul dari cerobong pabrik seperti kabut,” ujar Ririn.
Meski rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi, Ririn mengaku merasakan dampak tidak lama setelah asap muncul. Tubuhnya mendadak lemas hingga nyaris pingsan.
Ia kemudian kehilangan kesadaran dan tidak mengingat proses evakuasi. Ririn bersama ibu, anak, dan suaminya dibawa menggunakan ambulans desa menuju RS Rosela.
Keluhan serupa dialami Karna (45). Ia mengatakan gangguan pernapasan mulai dirasakan setelah asap menyebar di sekitar tempat tinggal warga.
“Ya kalau dirasakan awalnya dari susah nafas, mungkin ya dari asap,” kata Karna.
43 Warga Mendapatkan Penanganan Medis
Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak rumah sakit, sebanyak 43 warga dievakuasi dan mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Rosela. Paparan tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran gas soda kaustik di kawasan industri setempat.
Polresta Karawang membenarkan adanya insiden tersebut. Petugas dari Satuan Reserse Kriminal bersama unit INAFIS telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga melakukan pendataan terhadap warga yang menjalani perawatan.
“Iya benar, kejadian tadi pagi, Reskrim dan INAFIS sudah turun, lagi penyelidikan di pabrik, dan rumah sakit,” ungkap Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Asim.
Hingga kini, penyebab pasti kebocoran serta sumber penyebaran gas masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Bupati Karawang Libatkan DLH dan Puslabfor
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera memeriksa lokasi. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Kapolresta Karawang guna meminta bantuan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).
Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui sumber kebocoran, titik kejadian, serta faktor yang menyebabkan asap menyebar hingga ke permukiman warga.
“Untuk kebocoran tadi pagi, saya sudah perintahkan DLH untuk segera turun ke lokasi, dan kami juga berkomunikasi dengan Pak Kapolresta untuk meminta bantuan dari Puslabfor,” ujar Aep.
Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah juga masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan apakah insiden tersebut berasal dari titik kebocoran sebelumnya atau lokasi yang berbeda.
Aep meminta masyarakat tetap tenang selama proses penyelidikan berlangsung. Ia memastikan petugas terkait telah turun ke lapangan dan warga terdampak sedang mendapatkan penanganan medis.
“Kami mohon untuk tenang dahulu, yang utama korban sudah dalam penanganan medis. Pihak berwenang termasuk juga DLH sudah terjun ke lokasi dalam rangka melakukan penyelidikan,” pungkasnya.
Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab insiden sekaligus menjadi dasar untuk mencegah kejadian serupa terulang, sehingga keselamatan masyarakat di sekitar kawasan industri dapat lebih terjamin.








