PrakarsaWarga.Com – Pemerintah memastikan pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi nasional maupun arah kebijakan moneter. Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI disebut telah diproses sesuai ketentuan dan berlangsung secara transparan.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa pemerintah menjamin seluruh tahapan transisi dilakukan dengan baik sehingga masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu khawatir terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, pemerintah akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian secara hormat sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Bank Indonesia.
Prasetyo menegaskan bahwa proses pergantian kepemimpinan tidak akan memengaruhi keberlangsungan kebijakan moneter maupun stabilitas sistem keuangan nasional.
“Pemerintah menjamin seluruh proses berjalan transparan dan tidak mengganggu kebijakan moneter maupun stabilitas ekonomi nasional. Masyarakat dan pelaku usaha diharapkan tetap tenang,” ujarnya.
Selain itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry Warjiyo selama memimpin Bank Indonesia sejak tahun 2018. Selama kurang lebih tujuh tahun menjabat, Perry dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas moneter dan memperkuat sistem keuangan nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi global.
Sementara menunggu penetapan gubernur definitif, posisi Gubernur Bank Indonesia untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti.
Destry memastikan seluruh aktivitas Bank Indonesia tetap berlangsung normal selama masa transisi kepemimpinan. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis di bank sentral diambil melalui mekanisme Rapat Dewan Gubernur (RDG) dan sistem komite yang telah berjalan selama ini.
Menurutnya, model kepemimpinan di Bank Indonesia bersifat kolektif kolegial, sehingga seluruh anggota Dewan Gubernur memiliki tanggung jawab bersama dalam menjalankan tugas dan menjaga kesinambungan kebijakan.
Dengan sistem tersebut, Destry optimistis seluruh fungsi Bank Indonesia, mulai dari pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, hingga menjaga sistem pembayaran nasional, akan tetap berjalan optimal tanpa hambatan selama proses transisi berlangsung.
Pemerintah pun berharap kepastian ini mampu menjaga kepercayaan pasar, pelaku usaha, serta investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat di tengah pergantian kepemimpinan bank sentral.









