PrakarsaWarga.com – Sebanyak 709 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan ikut ambil bagian dalam Pekan Olahraga Tradisional (Potrad) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Barat yang digelar di GOR Cendrawasih, Kalideres, Cengkareng. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi upaya nyata melestarikan permainan tradisional Indonesia di kalangan generasi muda.
Peserta yang berasal dari 150 sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), menunjukkan antusiasme tinggi mengikuti berbagai perlombaan yang menguji kekompakan, ketangkasan, dan sportivitas.
Menurut Kepala Seksi Olahraga Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudin Pora) Jakarta Barat, Tomi Ari Sudewo, kegiatan tersebut juga menjadi ajang seleksi atlet yang akan mewakili Jakarta Barat pada Pekan Olahraga Tradisional tingkat Provinsi DKI Jakarta.
Sembilan Cabang Olahraga Tradisional Dipertandingkan
Dalam Potrad tahun ini, panitia mempertandingkan sembilan nomor olahraga tradisional yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta.
Untuk tingkat SD, para peserta mengikuti lomba lari balok putra, lari balok putri, serta terompah pendek. Sementara peserta SMP berkompetisi pada cabang enggrang putra dan terompah putri.
Adapun peserta tingkat SMA bertanding dalam empat cabang olahraga tradisional, yakni terompah putra, hadang putri, sumpitan campuran, dan enggrang putri. Seluruh perlombaan berlangsung dalam suasana meriah dengan dukungan para guru, orang tua, dan rekan-rekan peserta yang memberikan semangat dari pinggir arena.
Seleksi Atlet Tak Hanya Berdasarkan Juara
Menariknya, atlet yang akan mewakili Jakarta Barat ke tingkat provinsi tidak dipilih semata-mata berdasarkan raihan juara.
Panitia menerapkan sistem talent scouting (teleskoting) yang dilakukan oleh tim penilai khusus. Melalui mekanisme ini, kemampuan teknis, potensi atlet, hingga prospek pengembangan ke depan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan wakil Jakarta Barat.
Dengan metode tersebut, atlet yang memiliki kemampuan terbaik diharapkan dapat tampil lebih kompetitif saat menghadapi persaingan di tingkat Provinsi DKI Jakarta yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Melestarikan Permainan Tradisional Warisan Budaya
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sudin Pemuda dan Olahraga Jakarta Barat, Yunus Burhan, mengatakan bahwa penyelenggaraan Pekan Olahraga Tradisional bukan sekadar kompetisi olahraga.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan permainan tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa agar tidak hilang di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan permainan digital.
Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diperkenalkan kembali pada berbagai permainan tradisional yang mengandung nilai kerja sama, sportivitas, disiplin, hingga semangat kebersamaan.
Olahraga Tradisional Kini Jadi Jalur Prestasi Pendidikan
Yunus juga menjelaskan bahwa olahraga tradisional kini telah mendapat pengakuan sebagai salah satu jalur prestasi dalam dunia pendidikan.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk mendukung anak-anak yang memiliki minat di bidang olahraga tradisional. Selain membantu melestarikan budaya bangsa, prestasi di bidang ini juga dapat menjadi nilai tambah bagi siswa dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, peluang tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para pelajar untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan di cabang olahraga tradisional.
Jakarta Barat Bidik Kembali Gelar Juara Umum
Jakarta Barat memiliki catatan prestasi yang cukup membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Tradisional tingkat provinsi. Wilayah ini pernah meraih gelar juara umum pada 2024, meski prestasinya menurun pada 2025 sehingga gagal mempertahankan posisi tersebut.
Melalui pembinaan atlet sejak usia sekolah dan proses seleksi yang lebih matang, Jakarta Barat optimistis mampu kembali menjadi yang terbaik pada kompetisi tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun ini.
Pekan Olahraga Tradisional pun diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet potensial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia melalui olahraga yang diwariskan secara turun-temurun.









