PrakarsaWarga.Com – Fitur AI Mode pada Google Search kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa teknologi pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut berpotensi menghambat proses belajar anak karena mampu menyelesaikan tugas sekolah secara instan tanpa mendorong mereka berpikir sendiri.
Temuan ini dipublikasikan oleh Common Sense Media, organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang berfokus pada isu pendidikan, teknologi, dan perlindungan anak di dunia digital.
AI Mode Google Dinilai Terlalu Banyak Membantu
Penelitian dilakukan pada periode 19 Mei hingga 1 Juli 2026 dengan melibatkan simulasi penggunaan AI Mode Google Search untuk menyelesaikan 180 tugas akademik yang biasa dikerjakan pelajar berusia 11 hingga 17 tahun.
Tugas tersebut terdiri dari soal matematika dan esai humaniora. Hasilnya menunjukkan bahwa AI Mode hampir selalu memberikan jawaban lengkap tanpa mengajak pengguna memahami proses atau langkah-langkah penyelesaiannya.
Akibatnya, siswa berisiko hanya menyalin jawaban yang diberikan AI tanpa benar-benar mempelajari materi yang sedang dipelajari.
Dikhawatirkan Mengurangi Kemampuan Berpikir Kritis
Menurut Common Sense Media, proses belajar bukan hanya soal menemukan jawaban yang benar, tetapi juga bagaimana siswa menghadapi tantangan, mencoba berbagai cara, hingga belajar dari kesalahan.
Namun, AI Mode justru menghilangkan proses tersebut dengan memberikan solusi secara instan dalam hitungan detik.
Para peneliti menilai kondisi ini dapat mengurangi kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi pelajaran.
Bisa Diakses di Berbagai Perangkat
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah AI Mode Google Search tidak dapat dinonaktifkan dengan mudah.
Fitur tersebut tersedia di berbagai perangkat yang menggunakan layanan Google, mulai dari Chromebook yang banyak dipakai di sekolah, komputer perpustakaan, hingga smartphone.
Kondisi tersebut membuat anak-anak dapat mengakses bantuan AI kapan saja saat mengerjakan tugas sekolah.
Peneliti Minta Ada Kontrol Orang Tua
Melihat potensi dampaknya terhadap proses belajar, Common Sense Media merekomendasikan agar Google menyediakan fitur parental control atau kontrol orang tua yang memungkinkan AI Mode dinonaktifkan secara otomatis pada akun milik pengguna di bawah umur.
Mereka menilai langkah tersebut dapat membantu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi AI dan proses belajar yang sehat.
Konsep ini dinilai serupa dengan pembatasan akses yang telah diterapkan pada layanan AI lain, seperti Gemini, sehingga penggunaan AI untuk pelajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan.
AI Tetap Bermanfaat Jika Digunakan dengan Bijak
Meski memberikan catatan kritis terhadap AI Mode, para peneliti tidak menolak kehadiran teknologi AI dalam dunia pendidikan. Sebaliknya, AI dinilai tetap memiliki banyak manfaat jika digunakan sebagai pendamping belajar, bukan sebagai pengganti proses berpikir siswa.
Guru, orang tua, dan sekolah pun diharapkan memiliki peran penting dalam mengarahkan penggunaan AI agar anak tetap aktif memahami materi, mengembangkan kreativitas, serta melatih kemampuan memecahkan masalah secara mandiri.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, keseimbangan antara teknologi dan proses belajar menjadi tantangan baru yang perlu mendapat perhatian bersama.









