PrakarsaWarga.Com – Syarikat Islam (SI) berencana memperkuat kolaborasi dengan Muhammadiyah untuk mengembangkan dakwah ekonomi dan meningkatkan kemandirian masyarakat. Kerja sama ini diharapkan mampu memperluas peran organisasi Islam dalam membangun ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif.
Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam, Ferry Juliantono, menyampaikan rencana tersebut dalam Dialog Kebangsaan yang menjadi bagian dari Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya.
Ferry menilai, saat ini terdapat peluang besar bagi organisasi Islam untuk berkontribusi lebih luas dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, sinergi antara gerakan masyarakat dan dukungan pemerintah dapat menjadi kekuatan untuk mendorong sistem ekonomi yang lebih berpihak kepada rakyat.
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut dapat menjadi langkah untuk mengarahkan praktik ekonomi nasional agar lebih sejalan dengan amanat konstitusi, sekaligus mengurangi dominasi pendekatan ekonomi liberal-kapitalistik.
Koperasi Merah Putih Jadi Peluang Kolaborasi
Salah satu langkah yang ditawarkan Ferry adalah memanfaatkan keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai jalur distribusi produk kebutuhan masyarakat.
Ia mengajak Muhammadiyah dan para pengusaha yang tergabung dalam Syarikat Islam membangun pusat distribusi atau hub bersama. Fasilitas ini diharapkan dapat memasok berbagai produk ke gerai-gerai koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Selain memperkuat distribusi, Ferry juga mendorong generasi muda untuk terlibat dalam produksi barang kebutuhan sehari-hari. Produk seperti kecap, sambal, sampo, dan sabun dapat dikembangkan sebagai usaha lokal yang memiliki pasar melalui jaringan koperasi.
Menurut Ferry, pengembangan usaha tersebut membutuhkan dukungan pusat distribusi dan pihak penyerap hasil produksi atau offtaker dengan kapasitas lebih besar.
Dengan pola tersebut, koperasi tidak hanya menjadi tempat penjualan barang, tetapi juga dapat membuka peluang usaha bagi produsen lokal, pelaku UMKM, dan generasi muda.
Koperasi Masjid Muhammadiyah Mulai Dikembangkan
Ferry turut menyinggung kerja sama yang telah dibangun dengan Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui nota kesepahaman atau MoU untuk mendirikan koperasi masjid.
Dari hampir 12.000 masjid Muhammadiyah, program percontohan atau pilot project direncanakan dimulai di 700 lokasi.
Kerja sama serupa juga dijalin dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Ferry berharap Syarikat Islam dapat mengambil bagian dalam pengembangan program tersebut sehingga jaringan masjid semakin berperan dalam memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa Syarikat Islam memiliki sejarah panjang dalam gerakan koperasi Indonesia. Salah satu jejaknya adalah Koperasi Setia Usaha yang didirikan H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya pada 1913.
Sejarah tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa perjuangan ekonomi umat telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi Islam sejak masa awal pergerakan nasional.
Haedar Nashir: Dakwah Harus Mengajak, Bukan Menghakimi
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan pentingnya mengembalikan dakwah pada makna dasarnya, yakni mengajak dan menyeru kepada kebaikan, bukan menghakimi atau memusuhi pihak lain.
Haedar berharap umat Islam tidak hanya menjadi mayoritas dari sisi jumlah, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dalam berbagai bidang kehidupan.
Ia menilai, semangat persaudaraan atau ukhuwah relatif mudah dibangun melalui kegiatan ibadah dan sosial. Namun, tantangan menjadi lebih besar ketika persaudaraan tersebut berkaitan dengan kepentingan politik dan ekonomi.
Salah satu hal yang perlu dihindari adalah fanatisme golongan secara berlebihan karena dapat menghambat kerja sama dan merusak persatuan umat.
Untuk mengatasinya, Haedar mendorong organisasi Islam agar lebih sering bertemu, memperkuat silaturahmi, serta membangun kolaborasi konkret di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan ekonomi.
Apabila muncul perselisihan, ia mengingatkan pentingnya mengedepankan semangat islah atau upaya memperbaiki hubungan dan menyelesaikan perbedaan.
Semangat Kewirausahaan Pendiri Muhammadiyah
Haedar juga menjelaskan bahwa gerakan pemberdayaan Muhammadiyah memiliki akar sejarah yang kuat, salah satunya melalui pemahaman terhadap Surah Al-Ma’un yang mendorong kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dari semangat tersebut, KH Ahmad Dahlan membangun gerakan Muhammadiyah yang kemudian berkembang di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Saat ini, Muhammadiyah memiliki 165 perguruan tinggi.
Selain dikenal sebagai tokoh pembaru Islam, KH Ahmad Dahlan juga merupakan pedagang batik yang memberikan teladan mengenai pentingnya kemandirian ekonomi.
Haedar menilai, semangat kewirausahaan para pendiri organisasi Islam perlu dihidupkan kembali agar umat memiliki kemampuan ekonomi yang lebih kuat dan tidak hanya bergantung pada pihak lain.
Dialog Kebangsaan dalam rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam tersebut turut dihadiri Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.
Melalui penguatan kerja sama ini, Syarikat Islam dan Muhammadiyah diharapkan dapat memperluas dakwah ekonomi, memperkuat jaringan koperasi, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM dan generasi muda untuk berkembang.








