PrakarsaWarga.Com – Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur terus memperkuat langkah pencegahan penyebaran HIV/AIDS melalui berbagai program edukasi, promosi kesehatan, serta perluasan layanan konseling dan tes HIV. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi preventif dan promotif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk di kalangan remaja.
Kepala Sudinkes Jakarta Timur, Arief Wahyudhy, mengatakan pihaknya memfokuskan program pada peningkatan literasi kesehatan reproduksi, penyuluhan mengenai HIV/AIDS, serta pembentukan perilaku hidup sehat.
Selain itu, akses terhadap layanan konseling dan pemeriksaan HIV juga terus diperluas agar masyarakat yang memiliki faktor risiko dapat memperoleh layanan kesehatan sejak dini.
Mayoritas Kasus Baru Ditemukan pada Usia Produktif
Berdasarkan data fasilitas layanan HIV di Jakarta Timur selama periode Januari hingga Juni 2026, mayoritas kasus baru Orang dengan HIV (ODHIV) ditemukan pada kelompok usia 25 hingga 49 tahun.
Sementara itu, pada kelompok usia 16 hingga 18 tahun tercatat sebanyak 14 kasus yang tersebar di berbagai kecamatan di Jakarta Timur.
Arief menegaskan, data tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya kasus pada siswa SMP yang umumnya berusia 12 hingga 15 tahun.
Ia juga menekankan bahwa data tersebut tidak menunjukkan seluruh kasus berasal dari satu sekolah tertentu.
Penanganan Mengacu Pedoman Kementerian Kesehatan
Sudinkes Jakarta Timur terus melakukan penanganan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan berbagai pihak terkait.
Setiap pasien memperoleh layanan mulai dari pemeriksaan, konseling, pendampingan, hingga terapi antiretroviral (ARV). Seluruh proses dilakukan dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pasien.
Edukasi untuk Hilangkan Stigma terhadap ODHIV
Selain pengobatan, Sudinkes menilai edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah penularan HIV sekaligus mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Arief menjelaskan bahwa HIV tidak menular melalui aktivitas sosial sehari-hari, seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan, menggunakan fasilitas umum bersama, maupun berada dalam satu ruangan.
Karena itu, ODHIV tetap dapat menjalani aktivitas seperti bersekolah, bekerja, dan berinteraksi dengan masyarakat tanpa harus dikarantina.
Masyarakat Diajak Manfaatkan Layanan Tes HIV
Sudinkes Jakarta Timur mengimbau masyarakat agar terus meningkatkan pemahaman mengenai HIV/AIDS, menghindari perilaku berisiko, serta tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada penyandang HIV.
Bagi masyarakat yang merasa memiliki faktor risiko atau membutuhkan informasi lebih lanjut, pemerintah juga mendorong untuk memanfaatkan layanan konseling dan tes HIV yang tersedia di fasilitas kesehatan.
Melalui penguatan edukasi, deteksi dini, dan akses pengobatan, diharapkan angka penularan HIV di Jakarta Timur dapat terus ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV/AIDS.








