PrakarsaWarga.Com – Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menegaskan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masa depan yang modern, inklusif, dan berbasis semangat gotong royong. Organisasi ini menilai koperasi tidak lagi dipandang sebagai model usaha tradisional, melainkan sebagai ekosistem ekonomi yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda.
Ketua Umum AMKI, Frans Meroga Panggabean, menyampaikan bahwa langkah pemerintah menjadikan koperasi sebagai arus utama perekonomian nasional merupakan kebijakan yang tepat. Menurutnya, arah tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menempatkan koperasi sebagai salah satu fondasi pembangunan ekonomi nasional.
Frans mengatakan, AMKI siap mendorong lahirnya lebih banyak anak muda yang tertarik bergabung dan mengembangkan koperasi. Nilai-nilai seperti kolaborasi, ekonomi berbagi, dan kesetaraan dinilai sangat dekat dengan karakter generasi muda saat ini.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina AMKI, Joao Angelo de Sousa, menilai Program Strategis Nasional (PSN) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi peluang besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui koperasi berbasis desa. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Joao yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan koperasi. Pemanfaatan marketplace dan platform e-commerce dinilai mampu memperluas akses pemasaran produk desa, UMKM, hingga pelaku usaha muda sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Ia optimistis Koperasi Merah Putih dapat menjadi contoh pengelolaan koperasi modern yang mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan organisasi, AMKI juga membentuk lima satuan tugas (Satgas). Kelima Satgas tersebut akan berfokus pada sosialisasi gerakan berkoperasi, peningkatan kapasitas pengelola koperasi, percepatan akses pembiayaan, pengembangan usaha, serta transformasi digital dan teknologi.
Di sisi lain, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi, Destry Anna Sari, menegaskan koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Koperasi diharapkan mampu menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan **Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Destry menjelaskan, pemerintah menetapkan tahun 2026 sebagai Tahun Kualitas, sehingga seluruh layanan SPPG terus ditingkatkan agar memenuhi standar higienitas, keamanan pangan, dan kesehatan lingkungan. Program MBG juga dirancang untuk memperkuat ekonomi daerah dengan melibatkan koperasi, UMKM, BUMDes, dan pelaku usaha lokal sebagai pemasok utama kebutuhan pangan.
Dengan transformasi digital, dukungan pemerintah, dan keterlibatan aktif generasi muda, koperasi diharapkan mampu menjadi kekuatan baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.









