PrakarsaWarga. Com – Polda Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali menyiagakan 404 personel gabungan untuk mengantisipasi potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem. Langkah ini dilakukan menyusul peringatan potensi hujan lebat, angin kencang, hingga tanah longsor selama masa peralihan musim.
Kesiapan personel tersebut diperiksa langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pasma Royce setelah Apel Kesiapan Pasukan Antisipasi dan Penanggulangan Bencana di Lapangan Iptu Soetardjo Tohpati, Denpasar, Kamis (5/11/2026).
Apel dipimpin Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta dan dihadiri jajaran Polda Bali, TNI, BPBD, Basarnas, BMKG, serta sejumlah instansi terkait.
Sebanyak 404 personel dari unsur TNI-Polri, BPBD, dan berbagai pemangku kepentingan disiapkan untuk memperkuat penanganan bencana di seluruh wilayah Bali.
Bali Memasuki Masa Peralihan Musim
Berdasarkan informasi BMKG Wilayah III, Bali pada November 2026 berada dalam fase peralihan musim atau pancaroba dari kemarau menuju musim hujan.
Kondisi tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pemetaan mitigasi menunjukkan seluruh kabupaten dan kota di Bali memiliki potensi kerawanan bencana.
Kota Denpasar diwaspadai terhadap ancaman banjir dan pohon tumbang. Sementara itu, Kabupaten Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Bangli, Karangasem, dan Klungkung memiliki potensi bencana berupa banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
48 Kejadian Bencana Tercatat dalam Tiga Hari
Tingginya potensi bencana juga terlihat dari catatan kejadian pada awal November 2026. Dalam kurun waktu tiga hari pertama bulan tersebut, tercatat sebanyak 48 kejadian bencana alam yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Bali.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat koordinasi dalam menghadapi situasi darurat.
Melalui apel gabungan tersebut, Polda Bali dan Pemprov Bali menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Selain menyiagakan personel, masyarakat juga diimbau untuk aktif memantau informasi cuaca resmi dari BMKG. Warga diminta lebih berhati-hati saat hujan deras dan angin kencang, terutama ketika beraktivitas di sekitar pohon besar, lereng, maupun kawasan rawan banjir.
Kerja sama antara pemerintah, petugas, dan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi risiko serta dampak bencana.
Kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan apabila terjadi bencana sekaligus melindungi keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Bali.









