Digigit Ular Jangan Disayat atau Dihisap, Ini Pertolongan yang Tepat

PrakarsaWarga.Com –  Gigitan ular merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Sayangnya, masih ada anggapan bahwa luka gigitan perlu disayat atau diisap untuk mengeluarkan bisa ular.

Cara tersebut justru tidak dianjurkan karena tidak terbukti mengeluarkan racun dari tubuh korban. Bahkan, tindakan menyayat luka dapat menambah kerusakan jaringan dan meningkatkan risiko infeksi.

Pakar Toksinologi sekaligus Dokter Spesialis Emergensi, Dr. dr. Tri Maharani, Sp.Em., Sub.Sp.Tox(K), menjelaskan bahwa bisa ular menyebar melalui sistem limfatik atau getah bening.

Karena itu, mengisap darah dari area gigitan tidak dapat menjadi cara untuk mengeluarkan bisa ular. Begitu pula dengan menyayat bagian tubuh yang terluka dengan harapan racun ikut keluar.

Jangan panik dan batasi pergerakan

Ketika seseorang mengalami gigitan ular, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang. Kepanikan dan aktivitas fisik berlebihan justru dapat mempercepat peredaran bisa melalui tubuh.

Korban sebaiknya membatasi pergerakan, terutama pada bagian tubuh yang terkena gigitan. Jika memungkinkan, bagian tersebut dapat dibuat tidak banyak bergerak sambil segera mencari pertolongan medis.

Jangan mencoba menangkap atau membunuh ular. Jika aman dilakukan, cukup ingat ciri-ciri ular atau ambil foto dari jarak aman untuk membantu tenaga medis mengenali kemungkinan jenis ular.

Hindari pengobatan tradisional sembarangan

Selain menyayat dan mengisap luka, masyarakat juga perlu menghindari pemberian bahan tertentu pada area gigitan tanpa dasar medis yang jelas.

Penggunaan bahan atau metode yang tidak tepat dapat memperburuk luka dan menghambat penanganan medis. Korban sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan terapi sesuai kondisi.

Antibisa atau antivenom dapat diberikan oleh tenaga medis pada kasus tertentu berdasarkan penilaian klinis. Penggunaannya harus dilakukan oleh tenaga kesehatan karena tidak semua gigitan ular memerlukan jenis atau dosis antivenom yang sama.

Gigitan ular membutuhkan penanganan cepat

Gejala akibat gigitan ular dapat berbeda-beda, tergantung jenis ular, jumlah bisa yang masuk, lokasi gigitan, serta kondisi korban.

Beberapa korban dapat mengalami nyeri dan pembengkakan, sementara pada kasus tertentu bisa muncul gangguan pembekuan darah, kerusakan jaringan, gangguan saraf, hingga masalah pernapasan.

Karena itu, jangan menunggu gejala menjadi parah untuk mencari bantuan. Jika terjadi gigitan ular, hindari menyayat atau mengisap luka dan segera cari pertolongan medis.

Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serta meningkatkan peluang korban mendapatkan perawatan yang sesuai.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Warga Minta Proyek Irigasi Rp195 Juta di Sampang Diperiksa Usai Saluran Retak

Warga Minta Proyek Irigasi Rp195 Juta di Sampang Diperiksa Usai Saluran Retak

Ahli Waris Persoalkan Sertifikat Pemda: Kapan dan Bagaimana Hak Tanah Beralih?

Ahli Waris Persoalkan Sertifikat Pemda: Kapan dan Bagaimana Hak Tanah Beralih?

Jejak SBLC Rp334 Juta: LIN Telusuri Dokumen PT BAT hingga Alamat Kantor yang Kosong

Jejak SBLC Rp334 Juta: LIN Telusuri Dokumen PT BAT hingga Alamat Kantor yang Kosong

Gus Ipul Soroti Muktamar ke-35 NU: Kompetisi Sejuk, Kepemimpinan Tetap Bermartabat

Gus Ipul Soroti Muktamar ke-35 NU: Kompetisi Sejuk, Kepemimpinan Tetap Bermartabat

Gambut Kering Jadi Pemicu Karhutla, Pakar ITB Ungkap Cara Menekan Risikonya

Gambut Kering Jadi Pemicu Karhutla, Pakar ITB Ungkap Cara Menekan Risikonya

Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Identifikasi 8 Terduga Pelaku

Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Polisi Identifikasi 8 Terduga Pelaku