PrakarsaWarga.Com – Persoalan pengelolaan sampah di Jakarta masih menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Keterbatasan kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang membuat sistem pengelolaan sampah di ibu kota perlu segera diperkuat, terutama dari tahap awal atau hulu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa hingga saat ini pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Menurutnya, salah satu kendala utama adalah semakin terbatasnya daya tampung di Bantargebang yang selama ini menjadi lokasi akhir pembuangan sampah Jakarta.
“Pengelolaan sampah memang masih menjadi persoalan. Kapasitas Bantargebang semakin terbatas, sehingga pemilahan dari hulu harus diperkuat,” ujar Pramono saat meninjau pembangunan Flyover Latumenten di Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Dorong Penguatan Sistem dari Hulu
Pemprov DKI kini mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dengan menitikberatkan pada pemilahan sejak dari sumber, baik di rumah tangga maupun lingkungan masyarakat.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi beban penumpukan sampah yang selama ini hanya berakhir di TPA.
Penumpukan Sampah di Cakung Jadi Sorotan
Sebelumnya, persoalan sampah sempat mencuat di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Tumpukan sampah liar dilaporkan mencapai puluhan ton hingga meluber ke badan jalan dan mengganggu aktivitas warga.
Kondisi tersebut dipicu oleh ketidaksesuaian jadwal pengangkutan antara petugas gerobak sampah dan truk pengangkut, sehingga terjadi penumpukan di titik penampungan sementara.
Kasus ini sempat viral di media sosial dan mendapat respons cepat dari Pemprov DKI. Pramono langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pembersihan.
“Saya langsung memerintahkan untuk dibersihkan setelah mendapat laporan,” ujarnya.
Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur kemudian diterjunkan dan berhasil mengangkut sekitar 54 ton sampah hingga kondisi kembali normal.
Ajak Warga Ubah Perilaku Buang Sampah
Meski penanganan cepat telah dilakukan, Pramono menegaskan bahwa solusi jangka panjang tetap membutuhkan perubahan perilaku masyarakat.
Ia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai melakukan pemilahan sejak dari rumah.
“Saya meminta masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Mari kita jaga Jakarta agar lebih bersih dan rapi,” tegasnya.
Tantangan Ganda Pengelolaan Sampah Jakarta
Dengan kondisi TPST Bantargebang yang semakin penuh, Pemprov DKI menghadapi tantangan ganda: memperbaiki sistem pengangkutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.
Upaya kolaboratif antara pemerintah dan warga dinilai menjadi kunci untuk mengatasi persoalan sampah yang terus berulang di ibu kota.







