Serapan Tenaga Kerja Melambat, Industri Makin Andalkan Teknologi

PrakarsaWarga.Com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia belum sepenuhnya diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja seperti tahun-tahun sebelumnya. Perubahan teknologi di sektor industri menjadi salah satu faktor yang membuat penciptaan lapangan kerja semakin terbatas.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menilai, saat ini penyerapan sekitar 300 ribu tenaga kerja untuk setiap pertumbuhan ekonomi sebesar 1% sudah menjadi capaian yang cukup positif.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kondisi sebelumnya, ketika pertumbuhan ekonomi sebesar 1% mampu menyerap sekitar 400 ribu tenaga kerja.

“Kalau dulu per 1% pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sekitar 400.000 tenaga kerja, hari ini hampir bisa 300.000 itu sudah cukup bagus,” ujar Sarmuji di Balai Diklat Industri, Jakarta Timur.

Transformasi Industri Pengaruhi Lapangan Kerja

Sarmuji menjelaskan, sektor industri pengolahan di Indonesia telah menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja. Namun, perkembangan teknologi mendorong perubahan besar dalam proses produksi di berbagai industri.

Perusahaan yang sebelumnya mengandalkan banyak pekerja kini mulai menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Akibatnya, kebutuhan tenaga kerja pada sejumlah sektor tidak lagi sebesar sebelumnya.

Menurutnya, industri yang semula bersifat padat karya kini mulai mengadopsi teknologi dalam kegiatan operasionalnya. Perubahan tersebut membuat pertumbuhan industri tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pekerja yang terserap.

“Yang dulu sangat padat karya, sekarang sudah memasukkan teknologi yang sangat mungkin untuk penyerapan tenaga kerjanya menjadi lebih rendah dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, terutama karena jumlah penduduk usia produktif masih besar dan membutuhkan kesempatan kerja yang memadai.

Tenaga Kerja Terampil Indonesia Berpeluang Bekerja di Luar Negeri

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Sarmuji menilai pemerintah perlu memperluas peluang kerja, salah satunya melalui penempatan tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar internasional.

Menurutnya, sejumlah negara maju menghadapi persoalan demografi, mulai dari pertumbuhan penduduk yang stagnan hingga penurunan jumlah penduduk usia produktif. Situasi tersebut membuka peluang bagi pekerja Indonesia untuk mengisi berbagai posisi yang dibutuhkan.

Jepang, Korea Selatan, Qatar, dan Singapura menjadi beberapa negara yang disebut memiliki potensi sebagai tujuan tenaga kerja Indonesia.

Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi, pelatihan, serta keterampilan yang sesuai dengan standar dan kebutuhan industri di negara tujuan.

“Salah satu solusinya adalah kita bisa mengirimkan tenaga kerja kita yang terampil untuk mengisi pos-pos yang sebenarnya dibutuhkan bagi negara lain,” ungkap Sarmuji.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki keuntungan berupa bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Apabila potensi tersebut didukung pelatihan yang tepat, tenaga kerja Indonesia dapat memiliki daya saing lebih kuat di pasar kerja global.

“ Kita punya bonus demografi, punya tenaga kerja produktif yang banyak yang kalau dilatih bisa mengisi lapangan kerja yang ada di luar negeri yang kebetulan banyak negara-negara maju ternyata pertumbuhan penduduknya stagnan bahkan mengalami penurunan,” tuturnya.

Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan. Selain memperkuat penyerapan tenaga kerja di dalam negeri, pengembangan keterampilan juga dapat memperluas akses pekerja Indonesia terhadap peluang kerja internasional.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Berlliana Lovell Tempuh Jalur Hukum, Beri Terduga Pelaku Pelecehan Waktu 3×24 Jam untuk Minta Maaf

Berlliana Lovell Tempuh Jalur Hukum, Beri Terduga Pelaku Pelecehan Waktu 3×24 Jam untuk Minta Maaf

Kuasa Hukum Hercules Serahkan Uang Rp800 Juta ke KPK, Ini Penjelasannya

Kuasa Hukum Hercules Serahkan Uang Rp800 Juta ke KPK, Ini Penjelasannya

Karhutla Kalteng Meluas, Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 4 Mobil Water Cannon

Karhutla Kalteng Meluas, Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 4 Mobil Water Cannon

Kebakaran Hutan Selimuti Tanjung Puting, Habitat Orang Utan Terancam Asap Tebal

Kebakaran Hutan Selimuti Tanjung Puting, Habitat Orang Utan Terancam Asap Tebal

iPhone 18 Pro dan Pro Max Mulai Dijual di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

iPhone 18 Pro dan Pro Max Mulai Dijual di Indonesia, Cek Harga dan Spesifikasi Lengkapnya

Penjualan Mobil Hybrid September 2026 Naik, Toyota Veloz HEV Pimpin Pasar

Penjualan Mobil Hybrid September 2026 Naik, Toyota Veloz HEV Pimpin Pasar