PrakarsaWarga.Com – Seorang sopir travel asal Toraja, Sulawesi Selatan, Aris Sanda alias Tasya, tewas setelah ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
TNI langsung melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Hariyanto mengatakan aparat telah mengoptimalkan satuan tugas yang berada di wilayah tersebut.
“Melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata Hariyanto kepada wartawan, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, satuan tugas yang telah tergelar juga diperkuat untuk mendukung upaya pengejaran. Selain memburu pelaku, TNI meningkatkan pengamanan guna melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan.
“TNI melakukan penguatan pengamanan terhadap warga,” ujarnya.
Korban Sedang Mengangkut Logistik
Tasya diketahui tewas saat menjalankan aktivitasnya sebagai pengemudi travel. Saat kejadian, korban disebut tengah mengangkut logistik untuk kebutuhan warga.
Jenazah korban kemudian ditemukan di dalam kendaraan yang dalam kondisi terbakar. Petugas selanjutnya melakukan evakuasi terhadap jenazah sesuai prosedur yang berlaku.
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema Brigjen TNI Lucky Avianto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Lucky mengatakan Tasya selama ini dikenal sebagai pengemudi yang membantu mobilitas masyarakat di Wamena dan wilayah pedalaman. Selain membawa penumpang lokal, korban juga melayani pengangkutan berbagai kebutuhan dan logistik masyarakat.
“Saya sangat prihatin dan berduka atas kejadian ini. Korban bukan sedang membawa ancaman. Ia sedang bekerja, membawa logistik, dan melayani transportasi masyarakat Papua,” kata Lucky dalam keterangannya, Rabu (16/9).
Ia menegaskan kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan. Aparat pun terus melakukan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
Kasus penembakan sopir travel di Wamena ini masih dalam penanganan aparat keamanan. TNI menyatakan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan, sekaligus memperkuat perlindungan bagi masyarakat di wilayah tersebut.









