PrakarsaWarga.Com – Penyanyi Piche Kota memilih memprioritaskan pemulihan kondisi mentalnya setelah Pengadilan Negeri Atambua mengabulkan gugatan praperadilan yang membatalkan status tersangkanya dalam perkara dugaan pemerkosaan. Meski telah memperoleh putusan yang menguntungkan, ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk kembali menjalani kehidupan seperti biasa.
Dalam keterangannya, Piche mengungkapkan bahwa pengalaman menghadapi proses hukum meninggalkan dampak psikologis yang cukup besar. Hingga kini, ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan belum aktif menjalani berbagai aktivitas di luar.
Rasa trauma yang masih membekas membuat penyanyi jebolan ajang pencarian bakat tersebut mengaku belum nyaman bertemu banyak orang. Ia merasa perlu menenangkan diri terlebih dahulu sebelum kembali bersosialisasi maupun bekerja di industri hiburan.
Menurut Piche, proses pemulihan mental tidak bisa dilakukan secara instan. Ia ingin mempersiapkan diri secara perlahan agar nantinya dapat kembali berinteraksi dengan masyarakat dan menjalani rutinitas tanpa dibayangi rasa cemas.
Di sisi lain, kerinduan untuk kembali bernyanyi di atas panggung tetap menjadi motivasi terbesarnya. Piche berharap suatu saat dapat kembali tampil dalam berbagai acara, baik secara langsung maupun melalui program hiburan, setelah kondisinya benar-benar pulih.
Ia juga mengakui bahwa perkara hukum yang sempat menjeratnya membawa dampak terhadap perjalanan karier. Sejumlah rencana pekerjaan dan kontrak yang telah disiapkan sebelumnya harus tertunda akibat kasus tersebut.
Meski demikian, Piche memilih untuk tetap optimistis menghadapi masa depan. Ia berharap dapat bangkit secara bertahap, memulihkan nama baiknya, serta kembali berkarya di industri musik setelah kondisi mentalnya semakin membaik.









