# Fakta Terbaru Kasus Kopilot Malaysia Airlines Diduga Selundupkan 26 Kg Ekstasi, Kini Ditangani Bareskrim

PrakarsaWarga.Com –  Penanganan kasus dugaan penyelundupan narkotika yang melibatkan kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39), terus bergulir. Setelah diamankan oleh petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tersangka kini resmi diserahkan kepada Bareskrim Polri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena pelaku merupakan awak pesawat internasional yang diduga membawa narkotika dalam jumlah besar ke Indonesia.

Petugas Bea Cukai mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah sistem analisis risiko mendeteksi adanya kejanggalan pada barang bawaan Mohd Saufi saat tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

Meski sempat diarahkan melewati jalur khusus awak pesawat atau *fast track*, petugas tetap melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap dua koper yang dibawa pelaku. Hasil pemeriksaan mengungkap adanya puluhan kilogram narkotika yang disembunyikan di dalam koper tersebut.

Dari penggeledahan, aparat menemukan sekitar **26 kilogram ekstasi** atau setara lebih dari **70 ribu butir**, serta **4 gram sabu** yang disimpan di dalam koper pelaku.

Selain narkotika, petugas juga mengamankan sebuah botol kecil berisi urine yang diduga sengaja dipersiapkan untuk mengelabui pemeriksaan tes narkoba apabila sewaktu-waktu diperlukan.

### Terbang dari Kuala Lumpur ke Jakarta

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa Mohd Saufi terbang dari Kuala Lumpur menuju Jakarta saat membawa barang haram tersebut.

Penyidik masih mendalami asal-usul narkotika itu, termasuk jaringan yang terlibat dan bagaimana barang tersebut dapat lolos dari pemeriksaan di negara asal sebelum akhirnya masuk ke Indonesia.

### Positif Gunakan Tiga Jenis Narkoba

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan fakta lain yang mengejutkan. Mohd Saufi dinyatakan positif mengonsumsi tiga jenis narkotika, yakni sabu, ekstasi, dan kokain.

Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil tes urine, pelaku diduga menerbangkan pesawat dalam kondisi berada di bawah pengaruh narkoba.

Temuan botol urine yang dibawa pelaku semakin memperkuat dugaan adanya upaya mengantisipasi pemeriksaan narkoba secara mendadak oleh pihak maskapai maupun otoritas penerbangan.

### CCTV Ungkap Gerak-gerik Pelaku

Rekaman CCTV yang dirilis Bea Cukai memperlihatkan seluruh perjalanan Mohd Saufi sejak turun dari pesawat hingga menuju area pengambilan bagasi.

Pelaku terlihat membawa dua koper dan sempat menyelesaikan proses *Customs Declaration* sebelum diarahkan menuju jalur cepat khusus kru pesawat.

Namun, berkat analisis risiko yang dilakukan petugas, koper milik pelaku akhirnya diperiksa lebih mendalam hingga ditemukan narkotika dalam jumlah besar.

### Malaysia Airlines Lakukan Investigasi Internal

Menanggapi kasus tersebut, Malaysia Airlines menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di Indonesia dan siap bekerja sama dengan pihak berwenang.

Maskapai itu juga menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum. Saat ini, perusahaan tengah melakukan investigasi internal terhadap kasus yang menyeret salah satu kopilotnya tersebut.

Malaysia Airlines menambahkan bahwa keselamatan penerbangan, keamanan, dan integritas operasional tetap menjadi prioritas utama perusahaan selama proses penyelidikan berlangsung.

### Penyidikan Terus Dikembangkan

Bareskrim Polri kini terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan narkotika yang diduga berada di balik penyelundupan tersebut. Aparat juga mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan awak pesawat internasasional dengan modus penyelundupan yang dinilai cukup terorganisasi dan memanfaatkan akses khusus yang dimiliki kru penerbangan.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Jokowi dan Fenomena Silent Majority: Mengapa Dukungan Tak Selalu Terlihat di Media Sosial?

Jokowi dan Fenomena Silent Majority: Mengapa Dukungan Tak Selalu Terlihat di Media Sosial?

Agen AI Pribadi Diprediksi Jadi Asisten Digital Utama Miliaran Pengguna

Agen AI Pribadi Diprediksi Jadi Asisten Digital Utama Miliaran Pengguna

AI Dorong Transformasi Pendidikan dan Buka Peluang Baru bagi Talenta Digital

AI Dorong Transformasi Pendidikan dan Buka Peluang Baru bagi Talenta Digital

Otorita IKN Gandeng PNM Perkuat UMKM, Bidik Target Pengentasan Kemiskinan pada 2035

Otorita IKN Gandeng PNM Perkuat UMKM, Bidik Target Pengentasan Kemiskinan pada 2035

Rina Nose Ungkap Alasan Operasi Hidung, Prioritaskan Fungsi dan Proporsi Wajah Alami

Rina Nose Ungkap Alasan Operasi Hidung, Prioritaskan Fungsi dan Proporsi Wajah Alami

Kelulusan Adiezty Fersa Setelah 18 Tahun Jadi Motivasi Gilang Dirga Kembali Kuliah

Kelulusan Adiezty Fersa Setelah 18 Tahun Jadi Motivasi Gilang Dirga Kembali Kuliah