PrakarsaWarga.Com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempercepat langkah transformasi digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, data, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam berbagai sektor pelayanan publik. Strategi ini menjadi bagian penting untuk membawa Jakarta masuk dalam jajaran 20 kota global terbaik dunia pada tahun 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menjadi pembicara utama dalam Indonesia Summit 2026 bertajuk “The Next Us: Indonesia’s Leap in the Algorithmic Age” yang digelar di Gedung Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Menurut Pramono, perkembangan teknologi digital dan AI kini menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing sebuah kota. Sebagai pusat ekonomi nasional, Jakarta memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi motor penggerak transformasi digital di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan kota modern tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, gedung, maupun infrastruktur lainnya. Di era digital, keberhasilan sebuah kota juga ditentukan oleh kemampuan mengembangkan sumber daya manusia, mendorong inovasi, serta memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat berbagai program digital agar pembangunan berlangsung lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Peringkat Jakarta Terus Meningkat
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Berdasarkan Global City Index, posisi Jakarta mengalami peningkatan dari peringkat 74 menjadi 71 dunia. Capaian ini menjadi modal penting untuk mengejar target besar sebagai Top 20 Global City pada tahun 2045.
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov DKI meluncurkan inisiatif Jakarta RISE#20, yaitu sebuah peta jalan pembangunan yang mengintegrasikan inovasi, teknologi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui program ini, seluruh kebijakan pembangunan diharapkan berjalan lebih terarah sehingga mampu meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat regional maupun internasional.
AI Diterapkan di Berbagai Layanan Publik
Pemanfaatan teknologi dan AI kini mulai diterapkan di berbagai sektor strategis yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Beberapa inovasi yang telah berjalan antara lain:
- Intelligent Traffic Control System untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
- Aplikasi JAKI sebagai layanan digital terpadu bagi warga.
- Jakarta Satu untuk pengelolaan data spasial.
- Digitalisasi pasar tradisional dan pelaku UMKM.
- Pemanfaatan teknologi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga.
Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan efektivitas pelayanan pemerintah sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data.
Teknologi Perkuat Sistem Mitigasi Banjir
Transformasi digital juga diterapkan dalam pengendalian banjir. Pemprov DKI memanfaatkan jaringan kamera CCTV yang terhubung dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.
Data yang diperoleh dapat dipantau masyarakat melalui platform resmi pemantauan banjir sehingga kondisi lapangan dapat diketahui secara real time.
Sistem terintegrasi tersebut menjadi pusat kendali bagi Dinas Sumber Daya Air dalam mengoperasikan pintu air dan pompa secara cepat, terutama saat musim hujan dan potensi banjir meningkat.
Dengan dukungan teknologi ini, proses pengambilan keputusan menjadi lebih akurat sehingga penanganan banjir dapat dilakukan lebih efektif.
Digitalisasi Harus Meningkatkan Kualitas Hidup Warga
Selain memperkuat teknologi, Pemprov DKI juga memastikan bahwa transformasi digital tetap berpihak kepada masyarakat.
Salah satu contohnya terlihat pada sektor transportasi. Saat ini konektivitas transportasi publik Jakarta telah mencapai sekitar 93 persen dan terus dikembangkan agar semakin ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok rentan lainnya.
Pramono menegaskan bahwa pemanfaatan AI dan teknologi bukan sekadar mengejar modernisasi, melainkan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan layanan publik yang semakin cepat, efisien, dan mudah diakses, Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi kota yang kompetitif di tingkat global, tetapi juga menjadi kota yang nyaman dihuni serta mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh warganya.









