PrakarsaWarga.Com – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan kajian terkait kemungkinan melibatkan kantin sekolah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan efektivitas distribusi makanan bergizi bagi para peserta didik di berbagai daerah. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, pemerintah terus mengevaluasi berbagai skema agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih optimal, efisien, serta tetap memperhatikan standar keamanan pangan dan kualitas gizi. “Berbagai skema terus kami kaji agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, efisien, dan mampu menjangkau penerima manfaat dengan tetap mengutamakan standar keamanan pangan, kualitas gizi, serta tata kelola yang baik,” ujar Agustina usai mengikuti Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Rabu (15/7/2026).
Kantin Sekolah Masih Dalam Tahap Kajian
Agustina menjelaskan, wacana pelibatan kantin sekolah masih berada dalam tahap pembahasan bersama kementerian dan lembaga terkait. Kajian tersebut tidak hanya mempertimbangkan aspek distribusi makanan, tetapi juga mencakup kesiapan fasilitas, kemampuan pengelolaan, standar kebersihan, sanitasi, hingga sistem pengawasan. Menurutnya, setiap perubahan atau pengembangan mekanisme MBG harus dilakukan secara hati-hati agar tetap sesuai aturan dan tidak mengurangi kualitas layanan bagi siswa. BGN memastikan seluruh keputusan akan diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh serta mengutamakan kepentingan peserta didik sebagai penerima manfaat utama.
MBG Terus Disempurnakan Pemerintah
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan gizi generasi muda Indonesia. BGN menyebut proses evaluasi dilakukan secara berkelanjutan agar program tersebut dapat menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Dengan adanya berbagai masukan dari kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan, pemerintah berharap MBG dapat menjadi program yang lebih fleksibel, berkualitas, serta mampu menjangkau lebih banyak siswa.
Kemendikdasmen Beri Masukan soal Distribusi MBG
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti juga telah melakukan pembahasan terkait pelaksanaan MBG bersama Kepala BGN Nanik S Deyang. Dalam pertemuan yang berlangsung pada awal Juli 2026, sejumlah hal dibahas, termasuk upaya memperbaiki mekanisme penyaluran agar program lebih tepat sasaran. Salah satu opsi yang menjadi perhatian adalah kemungkinan memanfaatkan kantin sekolah sebagai bagian dari sistem distribusi makanan bergizi. Namun, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembahasan tersebut masih berupa masukan dan belum menghasilkan keputusan final. “Jadi semuanya belum ada keputusan, masih berupa diskusi dan akhirnya nanti tentu saja Pak Presiden bersama BGN yang memutuskan,” ujar Mu’ti.
Presiden Buka Ruang Kajian Alternatif
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memberikan ruang untuk mengkaji berbagai alternatif pelaksanaan MBG, termasuk kemungkinan penggunaan kantin sekolah. BGN menyampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115, mekanisme pelaksanaan MBG saat ini dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, Presiden mempersilakan adanya kajian terhadap opsi lain selama tetap memenuhi standar dan tujuan utama program. Dengan kajian yang sedang berjalan, pemerintah berharap pelaksanaan MBG dapat semakin efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa di seluruh Indonesia.









